<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UU Penyiaran &#8211; Pojok Redaksi</title>
	<atom:link href="https://pojokredaksi.com/tag/uu-penyiaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pojokredaksi.com</link>
	<description>Akurat dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 May 2024 09:59:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>IJTI Surabaya Gelar Aksi Damai dengan Berjalan Mundur Tolak Pasal Bermasalah RUU Penyiaran</title>
		<link>https://pojokredaksi.com/27762/ijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran/</link>
					<comments>https://pojokredaksi.com/27762/ijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sigit Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 09:58:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IJTI Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Televisi]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[UU Penyiaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pojokredaksi.com/?p=27762</guid>

					<description><![CDATA[Surabaya, POJOKREDAKSI.COM &#8211; Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Surabaya aksi damai di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu menyikapi sejumlah pasal kontroversi dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran yang dinilai mengancam kemerdekaan pers. Baca Juga :3 Oknum Polisi Tersandung&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240529_165518.jpg" alt="ijti surabaya" width="790" height="424" class="aligncenter size-full wp-image-27763" srcset="https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240529_165518.jpg 790w, https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240529_165518-300x161.jpg 300w, https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240529_165518-768x412.jpg 768w" sizes="(max-width: 790px) 100vw, 790px"></p>
<p><strong>Surabaya, POJOKREDAKSI.COM</strong> &ndash; Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Surabaya aksi damai di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu menyikapi sejumlah pasal kontroversi dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran yang dinilai mengancam kemerdekaan pers.</p>
<div class="internal-linking-related-contents"><a href="https://pojokredaksi.com/6529/3-oknum-polisi-tersandung-kasus-narkoba-ditangkap-paminal-mabes-polri/" class="template-2"><span class="cta">Baca Juga :</span><span class="postTitle">3 Oknum Polisi Tersandung Kasus Narkoba Ditangkap Paminal Mabes Polri</span></a></div><p>Diawali dengan berjalan mundur saat menuju Taman Apsari, atau depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, sebagai lokasi penyampaian aspirasi yang ditujukan kepada DPR RI yang menginisiasi RUU Penyiaran tersebut</p>
<p>Ketua IJTI Korda Surabaya Falentinus Hartayan menjelaskan aksi berjalan mundur dilakukan untuk menggambarkan bahwa sejumlah pasal dalam RUU Penyiaran yang disusun DPR RI untuk menggantikan Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran adalah kemunduran bagi kemerdekaan pers Indonesia.</p>
<div class="internal-linking-related-contents"><a href="https://pojokredaksi.com/6662/penghasilan-50-juta-perhari-warung-di-surabaya-digrebek-polisi/" class="template-2"><span class="cta">Baca Juga :</span><span class="postTitle">Penghasilan 50 juta Perhari, Warung di Surabaya Digrebek Polisi</span></a></div><p>&ldquo;Karena beberapa pasal di RUU Penyiaran bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,&rdquo; katanya di sela-sela aksi.</p>
<p>Falen, sapaan akrabnya mencontohkan Pasal BA huruf (q) dan Pasal 42 Ayat 2 RUU Penyiaran tentang penyelesaian sengketa jurnalistik khusus di bidang penyiaran oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tumpang tindih dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.</p>
<div class="internal-linking-related-contents"><a href="https://pojokredaksi.com/6765/dinkes-dan-pemkot-surabaya-permudah-warga-yang-ber-ktp-untuk-berobat/" class="template-2"><span class="cta">Baca Juga :</span><span class="postTitle">Dinkes dan Pemkot Surabaya Permudah Warga yang Ber- KTP Untuk Berobat</span></a></div><p>&ldquo;Dua pasal RUU Penyiaran ini bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang telah mengatur bahwa sengketa jurnalistik diselesaikan oleh Dewan Pers,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>IJTI Korda Surabaya juga menyoroti Pasal 508, Ayat 2 huruf (c) RUU Penyiaran yang melarang penyiaran eksklusif jumalistik investigasi.</p>
<p>Menyikapi pasal yang dinilai membungkam kemerdekaan pers ini, IJTI Korda Surabaya menggelar teatrikal dengan menampilkan seorang jurnalis di dalam terali besi dengan kedua tangannya dirantai.</p>
<p>Kemudian ditarik serta diseret paksa oleh dua orang berpakaian jas sembari berupaya membungkam mulut sang jurnalis menggunakan lakban</p>
<p>Dalam orasi-nya, IJTI Korda Surabaya menyampaikan tiga pernyataan sikap. Pertama, agar seluruh pasar bermasalah yang mengancam kemerdekaan pers dibatalkan. Kedua agar melibatkan Dewan Pers dan Masyarakat Pers dalam pembahasan RUU Penyiaran.</p>
<p>Ketiga, mendesak pemerintah mengembalikan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi.</p>
<p>&ldquo;Ini penyampaian sikap dan kami, LUTI Korda Surabaya, secara terbuka untuk diketahui masyarakat Intinya kami tidak ingin DPR RI mengesahkan RUU Penyiaran dengan gegabah karena ada beberapa pasal bermasalah yang mengancam kemerdekaan pers.&rdquo; tegas Fallen.</p>
<p><strong>(Sigit Santoso)</strong></p>
<p><em>Yuk! baca artikel menarik lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPTgnQwwhOGuBA" rel="noopener" target="_blank">GOOGLE NEWS</a></em></p>
<div class="wp-socializer wpsr-share-icons" data-lg-action="show" data-sm-action="show" data-sm-width="768"><h3>POJOKREDAKSI.COM</h3><div class="wpsr-si-inner"><div class="socializer sr-popup sr-40px sr-circle sr-opacity sr-pad"><span class="sr-whatsapp"><a data-mobile="whatsapp://send?text=IJTI%20Surabaya%20Gelar%20Aksi%20Damai%20dengan%20Berjalan%20Mundur%20Tolak%20Pasal%20Bermasalah%20RUU%20Penyiaran%20-%20https%3A%2F%2Fpojokredaksi.com%2F27762%2Fijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran%2F" data-id="whatsapp" style="color:#ffffff;" rel="nofollow" href="https://api.whatsapp.com/send?text=IJTI%20Surabaya%20Gelar%20Aksi%20Damai%20dengan%20Berjalan%20Mundur%20Tolak%20Pasal%20Bermasalah%20RUU%20Penyiaran%20https%3A%2F%2Fpojokredaksi.com%2F27762%2Fijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran%2F" target="_blank" title="WhatsApp"><i class="fab fa-whatsapp"></i></a></span>
<span class="sr-share-menu"><a href="#" target="_blank" title="More share links" style="color:#ffffff;" data-metadata='{"url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/27762\/ijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran\/","title":"IJTI Surabaya Gelar Aksi Damai dengan Berjalan Mundur Tolak Pasal Bermasalah RUU Penyiaran","excerpt":"Surabaya, POJOKREDAKSI.COM - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda","image":"https:\/\/pojokredaksi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/IMG_20240529_165518.jpg","short-url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/?p=27762","rss-url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/feed\/","comments-section":"comments","raw-url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/27762\/ijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran\/","twitter-username":"","fb-app-id":"","fb-app-secret":""}'><i class="fa fa-plus"></i></a></span></div></div></div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pojokredaksi.com/27762/ijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketum DPP PWDPI, M. Nurullah RS Tolak Draf RUU Penyiaran</title>
		<link>https://pojokredaksi.com/27465/ketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran/</link>
					<comments>https://pojokredaksi.com/27465/ketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 05:08:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Pena]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum PWDPI]]></category>
		<category><![CDATA[Nurullah]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[UU Penyiaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pojokredaksi.com/?p=27465</guid>

					<description><![CDATA[Labura, POJOKREDAKSI.COM &#8211; Ketua Umum, Dewan Pimpinan Pusat, (Ketum DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Tolak isi draf Rancangan Undang-undang Penyiaran. RUU ini merupakan inisiatif DPR yang direncanakan untuk menggantikan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Baca Juga&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" src="https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240515_120536.jpg" alt="nurullah" width="790" height="424" class="aligncenter size-full wp-image-27468" srcset="https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240515_120536.jpg 790w, https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240515_120536-300x161.jpg 300w, https://pojokredaksi.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240515_120536-768x412.jpg 768w" sizes="(max-width: 790px) 100vw, 790px"></p>
<p><strong>Labura, POJOKREDAKSI.COM</strong> &ndash; Ketua Umum, Dewan Pimpinan Pusat, (Ketum DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Tolak isi draf Rancangan Undang-undang Penyiaran. RUU ini merupakan inisiatif DPR yang direncanakan untuk menggantikan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.</p>
<div class="internal-linking-related-contents"><a href="https://pojokredaksi.com/7770/peran-media-massa-sangat-dibutuhkan-untuk-bangsa/" class="template-2"><span class="cta">Baca Juga :</span><span class="postTitle">Peran Media Massa Sangat Dibutuhkan untuk Bangsa</span></a></div><p>&ldquo;Mewakili rekan-rekan Pers yang tergabung di organisasi pers PWDPI saya menolak RUU Penyiaran. Kami menghormati rencana revisi UU Penyiaran tetapi mempertanyakan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 justru tidak dimasukkan dalam konsideran RUU Penyiaran,&rdquo; tegas Ketum PWDPI, Nurullah di Jakarta, Selasa (15/5/2024).</p>
<p>Ketum PWDPI mengatakan, jika DPR atau pemerintah tetap ngotot untuk memberlakukan RUU itu, maka akan berhadapan dengan masyarakat pers.</p>
<div class="internal-linking-related-contents"><a href="https://pojokredaksi.com/27762/ijti-surabaya-gelar-aksi-damai-dengan-berjalan-mundur-tolak-pasal-bermasalah-ruu-penyiaran/" class="template-2"><span class="cta">Baca Juga :</span><span class="postTitle">IJTI Surabaya Gelar Aksi Damai dengan Berjalan Mundur Tolak Pasal Bermasalah RUU Penyiaran</span></a></div><p>&ldquo;Kalau DPR tidak mengindahkan aspirasi ini, maka bersama organisasi pers serta ribuan anggota PWDPI akan turun jalan mengadakan unjuk rasa di Senayan,&rdquo; kata Ketum PWDPI.</p>
<p>Menurut Ketum PWDPI, bila RUU itu nanti diberlakukan, maka tidak akan ada independensi pers. Pers pun menjadi tidak profesional serta bentuk pembredelan profesi pers.</p>
<p>&ldquo;Penyusunan RUU tersebut yang tidak sejak awal melibatkan Dewan Pers dalam proses pembuatannya ini sudah menciderai insan pers. Dewan Pers itu adalah perwakilan kami atau wakil kami untuk menyuarakan aspirasi kami di parlemen dewan pers itu DPR kami,&rdquo; ujarnya </p>
<p>Ketum PWDPI juga mengatakan, dalam ketentuan proses penyusunan UU harus ada partisipasi penuh makna (meaningful participation) dari seluruh pemangku kepentingan. Hal ini tidak terjadi dalam penyusunan draf RUU Penyiaran. </p>
<p>Larangan penayangan jurnalisme investigasi di draf RUU Penyiaran, ujarnya, juga bertentangan dengan pasal 4 ayat (2) UU Pers yang menyatakan, bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan, atau pelarangan penyiaran. Dampak lainnya, larangan itu akan membungkam kemerdekaan pers. Padahal jelas tertera dalam pasal 15 ayat (2) huruf a, bahwa fungsi Dewan Pers adalah melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain.</p>
<p>Ketum PWDPI juga soroti penyelesaian sengketa pers di platform penyiaran.</p>
<p> &ldquo;Sesuai UU Pers, itu menjadi kewenangan Dewan Pers. KPI tidak punya wewenang menyelesaikan sengketa pers. Ini kelak akan terjadi seperti tuan melaporkan Belanda,&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Ketum PWDPI menambahkan, upaya menggembosi kemerdekaan pers sudah lima kali dilakukan oleh pemerintah maupun legislatif. Hal itu lanjutnya,  antara lain tecermin melalui isi UU Pemilu, peraturan Komisi Pemilihan Umum, pasal dalam UU Cipta Kerja, KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), dan terakhir RUU Penyiaran. Yadi menilai, RUU Penyiaran ini jelas-jelas secara frontal mengekang kemerdekaan pers.</p>
<p>&ldquo;RUU Penyiaran itu jelas-jelas bertentangan dengan UU Pers. Saya minta agar draf RUU Penyiaran yang bertolak belakang dengan UU Pers,&rdquo; tegas Ketum PWDPI.</p>
<p>Ketum PWDPI minta agar draf RUU itu dicabut karena akan merugikan publik secara luas dan kembali disusun sejak awal dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.</p>
<p> &ldquo;Jurnalisme investigatif merupakan strata tertinggi dari karya jurnalistik sehingga jika dilarang, maka akan menghilangkan kualitas jurnalistik,&rdquo; pungkas Ketum PWDPI yang mengaku saat ini sudah ada 800 media yang tergabung pada PWDPI dan memiliki Cabang di 30 Provinsi.</p>
<p><strong>(Junius Oskar Pangaribuan)</strong></p>
<p><em>Yuk! baca artikel menarik lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPTgnQwwhOGuBA" rel="noopener" target="_blank">GOOGLE NEWS</a></em></p>
<div class="wp-socializer wpsr-share-icons" data-lg-action="show" data-sm-action="show" data-sm-width="768"><h3>POJOKREDAKSI.COM</h3><div class="wpsr-si-inner"><div class="socializer sr-popup sr-40px sr-circle sr-opacity sr-pad"><span class="sr-whatsapp"><a data-mobile="whatsapp://send?text=Ketum%20DPP%20PWDPI%2C%20M.%20Nurullah%20RS%20Tolak%20Draf%20RUU%20Penyiaran%20-%20https%3A%2F%2Fpojokredaksi.com%2F27465%2Fketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran%2F" data-id="whatsapp" style="color:#ffffff;" rel="nofollow" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Ketum%20DPP%20PWDPI%2C%20M.%20Nurullah%20RS%20Tolak%20Draf%20RUU%20Penyiaran%20https%3A%2F%2Fpojokredaksi.com%2F27465%2Fketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran%2F" target="_blank" title="WhatsApp"><i class="fab fa-whatsapp"></i></a></span>
<span class="sr-share-menu"><a href="#" target="_blank" title="More share links" style="color:#ffffff;" data-metadata='{"url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/27465\/ketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran\/","title":"Ketum DPP PWDPI, M. Nurullah RS Tolak Draf RUU Penyiaran","excerpt":"Labura, POJOKREDAKSI.COM - Ketua Umum, Dewan Pimpinan Pusat, (Ketum DPP) Persatuan Wartawan Duta","image":"https:\/\/pojokredaksi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/IMG_20240515_120536.jpg","short-url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/?p=27465","rss-url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/feed\/","comments-section":"comments","raw-url":"https:\/\/pojokredaksi.com\/27465\/ketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran\/","twitter-username":"","fb-app-id":"","fb-app-secret":""}'><i class="fa fa-plus"></i></a></span></div></div></div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pojokredaksi.com/27465/ketum-dpp-pwdpi-m-nurullah-rs-tolak-draf-ruu-penyiaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
