
SAMOSIR, POJOKREDAKSI.COM – Kabupaten Samosir kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu destinasi utama pariwisata di kawasan Danau Toba. Hal itu terlihat dari suksesnya penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang berlangsung selama empat hari dan ditutup di Water Front City (WFC) Pangururan, Minggu (27/9/2026).
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Salah satu agenda utama adalah Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 yang diikuti sekitar 2.000 peserta.
Kehadiran ribuan peserta menjadi momentum bagi Samosir untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya Batak, sekaligus potensi ekonomi kreatif kepada masyarakat dari berbagai wilayah dan mancanegara.
Selama festival berlangsung, aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Pelaku UMKM, usaha kuliner, akomodasi, transportasi hingga sektor ekonomi kreatif mendapat peluang dari meningkatnya kunjungan peserta dan tamu.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, panitia, sponsor dan seluruh peserta yang telah mendukung pelaksanaan festival.
“Selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, awal peradaban bangsa Batak,” ujar Vandiko.
Ia menjelaskan, Kabupaten Samosir terdiri dari sembilan kecamatan, 127 desa dan enam kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 145.000 jiwa.
Menurut Vandiko, kekuatan Samosir tidak hanya berada pada panorama alam Danau Toba, tetapi juga pada kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Batak.
Salah satu kawasan yang disebut memiliki nilai penting dalam sejarah dan tradisi Batak adalah Pusuk Buhit. Vandiko pun mengajak para peserta festival untuk mengunjungi kawasan tersebut agar dapat melihat secara langsung berbagai kekayaan sejarah dan budaya Batak.
“Kalau ingin mengetahui lebih luas tentang budaya Batak, silakan datang ke Pusuk Buhit,” katanya.
Samosir Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif
Vandiko berharap Toba Caldera Culture Festival dapat kembali digelar di Samosir pada tahun berikutnya. Ia juga meminta dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam pengembangan Dewan Kesenian Samosir serta komunitas dan sanggar seni yang ada di daerah tersebut.
Samosir telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif untuk subsektor seni pertunjukan. Vandiko menyebut terdapat 63 komunitas dan sanggar seni yang diharapkan dapat memperoleh dukungan melalui berbagai program pemerintah.
“Kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendukung 63 komunitas dan sanggar seni yang ada di Samosir melalui program-program yang tersedia,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta yang datang dapat ikut mempromosikan pariwisata dan budaya Samosir setelah kembali ke daerah masing-masing.
Vandiko meminta apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan maupun kunjungan di Samosir, hal tersebut disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan perbaikan.
Pemerintah Pusat Soroti Dampak Ekonomi Festival

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TCCF 2026.
Menurutnya, Sumatera Utara, termasuk Samosir, memiliki banyak talenta ekonomi kreatif yang berpotensi berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.
Ia menilai penyelenggaraan SICC memberikan dampak ekonomi yang tidak hanya dirasakan peserta kompetisi. Pelaku UMKM, kuliner, akomodasi dan transportasi juga memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama festival.
“Event ini memberikan multiplier effect ekonomi dan mengangkat nama Samosir semakin dikenal, tidak hanya secara nasional tetapi juga di dunia,” kata Teuku Riefky.
Ia menyebut Danau Toba memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat yang telah mendapat pengakuan melalui status UNESCO Global Geopark.
Menurutnya, pengakuan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan memastikan potensi kawasan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Teuku Riefky juga menyampaikan bahwa Sumatera Utara termasuk salah satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendorong program pengembangan talenta kreatif di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir.
“Kami ingin Sumatera Utara melahirkan semakin banyak talenta yang membanggakan daerahnya dan menjadi kekuatan baru musik Indonesia di panggung dunia,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat memperkenalkan Toba melalui alam, kreativitas dan karya seni.
“Biarkan dunia mengenal Danau Toba dari alamnya, merasakan Toba dari kreativitasnya dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anaknya,” kata Teuku Riefky.
Penutupan Dimeriahkan Seni Budaya Batak
Penutupan TCCF 2026 berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan budaya Batak. Salah satunya penampilan seruling massal dari SMP Negeri 1 Pangururan.
Lagu O Tano Batak juga menggema di tepian Danau Toba melalui penampilan Maria Calista. Lagu tersebut menjadi bagian dari pesan tentang kecintaan terhadap tanah kelahiran, budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Batak.
Rangkaian penutupan kemudian ditandai dengan penyerahan piagam, medali dan piala kepada para pemenang SICC 2026.
Suasana semakin meriah ketika Menteri Ekonomi Kreatif bersama para peserta meneriakkan yel-yel “From Toba to the World – Gema Toba.”
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon dan jajaran Forkopimda juga menyerahkan ulos kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Nasip Simbolon mengatakan pemberian ulos merupakan bentuk penghormatan dan tanda cinta masyarakat Samosir kepada para tamu.
Festival Dorong Pariwisata Berkelanjutan
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Terang Dewi Susantri Ujung, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung festival.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara dinilai menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang pertemuan yang melampaui batas wilayah dan bahasa.
Ia menyebut penyelenggaraan festival menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang memiliki identitas budaya sekaligus berkelanjutan.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Penyelenggara melakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba.
TCCF Diproyeksikan Terus Berkembang

Ketua Steering Committee Toba Caldera Culture Festival, Mora Nasution, mengatakan festival sejak awal diarahkan untuk memperkenalkan Samosir kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.
Menurutnya, musik dan paduan suara menjadi medium yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara serta membuka jejaring baru bagi Samosir.
Mora juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap SICC dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kelompok paduan suara dari Indonesia maupun mancanegara.
Para peserta dan juri internasional yang telah datang ke Samosir juga diharapkan membawa pengalaman serta cerita mengenai daerah tersebut ke jejaring masing-masing.
Ke depan, Toba Caldera Culture Festival tidak menutup kemungkinan memperluas cakupan kegiatan dengan menghadirkan subsektor ekonomi kreatif lainnya.
“Ke depan, kegiatan ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan hanya paduan suara, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga akan kami sentuh,” kata Mora.
Berakhirnya Toba Caldera Culture Festival 2026 menempatkan Samosir sebagai ruang perjumpaan seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.
Kehadiran sekitar 2.000 peserta SICC dari berbagai daerah dan sejumlah negara menjadi peluang bagi Samosir untuk memperluas jejaring promosi serta memperkenalkan kekayaan budaya Batak ke panggung yang lebih luas.
(S Situmorang)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G