Kebohongan itu, dan Dia yang Berharga

POJOKREDAKSI.COM – Awalnya tak ada jawab untuk semua tanya.
Kamu bingung ingin katakan apa.
Dan lalu bohong itu pun dimulai.

Bisa jadi kamu lupa, bohong tidak pernah sendiri.
Selalu ada teman yang mengiringi.
Itu yang membuat aku muak.
Sampai tak sanggup untuk memaki.

Benci adalah sebuah rasa yang sia-sia. Sehingga memulainyapun aku tak berani.

Awal pekenalannya dimulai dari sebuah kebohongan.
Ya kebohongan yang berharga.
Kebohongan yang sudah mempertemukan dia yang tak terduga.

Dan untuk kamu yang sudah meninggalkan semua rasa kecewa.
Tapi kamu juga yang memberikan hadiah itu di dalam hidupku.
Aku ingin berkata “terimakasih untuk kamu yang sudah bohong”.

Mungkin ini yang dibilang sehabis duka akan ada asa.
Meskipun ada kata maki tak sempat terucap.
Tulisan cacian yang tak pernah tergores.
Tapi asa itu akan tetap tinggal di duniaku, dan menjadi dia yang berharga.

Jakarta, 29 April 2017
By : mkf’27

POJOKREDAKSI.COM

Baca Juga :  Mental Peminta

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *