
Cirebon, POJOKREDAKSI.COM – Jalan Ujunggebang – Luwung Kencana kini bukan lagi sekadar jalan rusak. Tapi sudah jadi tempat pelampiasan kekecewaan warga. Bertahun-tahun rusak, tak kunjung diperbaiki, akhirnya warga memilih bicara lewat aksi:
Menanam pohon pisang dan meletakkan batu-batu besar di tengah jalan.
Bukan untuk hiasan, tapi untuk peringatan. Bahwa sabar rakyat ada batasnya.
Karena sudah bosan mengadu ke pemerintah yang sibuk pencitraan tapi tuli mendengar jeritan.
Sudah muak menanti janji manis dari pejabat yang datang saat kamera nyala, hilang saat rakyat menderita.
Ini bukan sekadar protes, ini peringatan keras
Kalau pemerintah diam, rakyat akan bersuara dengan cara mereka sendiri.
Semoga para pemangku kebijakan sadar
Warga tidak butuh panggung politik. Warga butuh jalan yang layak
Jalan KiJatira – Ujunggebang – Luwungkencana bukan cuma rusak, tapi luka abadi bagi warga yang setiap hari melewatinya.
Pohon pisang tumbuh, kuburan buatan berdiri, dan pemerintah
Masih sibuk rapat soal anggaran, bukan aksi di lapangan.
Sudah 15 tahun, jalan ini belum pernah tersentuh perbaikan serius, tapi saat pilkada datang… baru deh muncul janji manis dari pejabat bergelar manis tapi minim aksi.
Warga bukan menunggu proposal, warga menunggu keberpihakan.
(Surya Asia)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G