
LABURA, POJOKREDAKSI.COM – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura), Sumatera Utara, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan dua perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Kerja sama ini diharapkan bisa membuka lebih banyak kesempatan bagi putra-putri Labura untuk mengenyam pendidikan tinggi. Selain itu, kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, riset, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kesepakatan bersama UINSU ditandatangani di Ruang Smartclass Kampus II UINSU, Jalan Williem Iskandar/Pancing, Medan, Senin (2/11/2026).
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) itu dilakukan langsung oleh Bupati Labura, Dr. Hendriyanto Sitorus, bersama Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.
Sehari kemudian, Selasa (3/11/2026), Pemkab Labura kembali menjalin kerja sama dengan UNIMED. Penandatanganan dilakukan bersama Rektor UNIMED, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd.
Dalam kerja sama tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa asal Labura yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar semakin banyak generasi muda Labura memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pemkab Labura Siapkan Anggaran Beasiswa Rp8 Miliar Setiap Tahun
Bupati Labura Hendriyanto Sitorus mengatakan, peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, sektor pendidikan terus mendapat perhatian melalui berbagai program, termasuk pemberian beasiswa.
Menurut Hendriyanto, pemerintah daerah ingin memastikan generasi muda Labura memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran yang bersumber dari APBD.
Ia mengungkapkan, Pemkab Labura menganggarkan sekitar Rp8 miliar setiap tahun untuk membantu mahasiswa asal Labura melalui program beasiswa.
Anggaran tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan tinggi.
Hendriyanto berharap, kesempatan pendidikan yang semakin terbuka dapat melahirkan generasi muda yang berpengetahuan, memiliki keterampilan, serta mampu ikut membangun daerah.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam membangun SDM masyarakat Labura, sejalan dengan program kerja kami bersama Bapak Wakil Bupati, yakni Cerdas, Sejahtera, Religius,” ujar Hendriyanto kepada awak media.
Ia menambahkan, kerja sama dengan UINSU dan UNIMED diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap dunia pendidikan di Labura.
Dengan adanya kemitraan tersebut, pemerintah daerah memiliki ruang lebih luas untuk menjalin komunikasi dan mengembangkan berbagai program pendidikan bersama perguruan tinggi.
Jalur RPL Buka Kesempatan Kuliah bagi ASN dan Perangkat Desa

Tak hanya soal beasiswa, kerja sama dengan UINSU juga membuka peluang bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini memungkinkan pengalaman kerja, pendidikan sebelumnya, serta kompetensi yang dimiliki seseorang dinilai dan diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran di perguruan tinggi.
Artinya, pengalaman yang diperoleh seseorang selama bekerja atau menjalankan aktivitas profesional tertentu dapat menjadi pertimbangan dalam proses melanjutkan pendidikan, sepanjang memenuhi persyaratan dan penilaian akademik yang berlaku.
Kesempatan ini dinilai dapat membantu aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa, maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan.
Melalui skema RPL, peserta berpeluang menempuh masa studi yang lebih efisien karena pengalaman dan kompetensi sebelumnya dapat diperhitungkan oleh perguruan tinggi sesuai ketentuan akademik.
Bagi Pemkab Labura, program tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama di lingkungan pemerintahan. Dengan pendidikan yang lebih baik, diharapkan kemampuan dan kompetensi aparatur juga semakin berkembang.
Bupati Hendriyanto Sitorus menyambut baik tawaran UINSU mengenai kesempatan kuliah melalui jalur RPL tersebut.
Sebagai tindak lanjut, ia meminta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Jefri Tambunan, segera berkoordinasi dan menyosialisasikan program itu kepada jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Labura.
“Kami sangat menyambut baik tawaran dan peluang perkuliahan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari UINSU. Untuk itu, kami akan segera menginstruksikan jajaran agar menindaklanjuti serta menyosialisasikan program tersebut kepada jajaran pegawai di Pemkab Labura,” tuturnya.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, para pegawai diharapkan dapat mengetahui peluang pendidikan yang tersedia dan memahami mekanisme untuk mengikuti program RPL.
Kerja sama ini pun tidak hanya memberikan perhatian kepada mahasiswa melalui beasiswa, tetapi juga membuka kesempatan bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan.
Rektor UINSU Bangga Hendriyanto Sitorus Jadi Bupati Labura

Sementara itu, Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Hendriyanto Sitorus atas perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa asal Labura yang menempuh pendidikan di UINSU melalui program beasiswa.
Menurut Nurhayati, dukungan pemerintah daerah memiliki arti penting bagi keberlangsungan pendidikan mahasiswa. Program beasiswa menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap putra-putri daerah yang ingin menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhayati juga mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya melihat Hendriyanto Sitorus kini dipercaya memimpin Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Hendriyanto sendiri merupakan alumni Program Doktor (S3) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UINSU.
Kedekatan latar belakang akademik tersebut turut menjadi bagian dari hubungan baik antara UINSU dan Pemkab Labura dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan.
Perpanjangan kerja sama dengan UINSU dan UNIMED diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan anggaran beasiswa sekitar Rp8 miliar setiap tahun dan terbukanya kesempatan kuliah melalui jalur RPL, Pemkab Labura berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas SDM di daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan program Cerdas, Sejahtera, Religius yang dijalankan Bupati Hendriyanto Sitorus bersama Wakil Bupati.
Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi negeri, pendidikan diharapkan menjadi salah satu jalan untuk mempersiapkan generasi Labura yang lebih berkualitas dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
(Redaksi)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G