PSHT Ranting Pakal Bersinar di Piala Wali Kota Surabaya 2026, Borong 4 Medali dan Antar PSHT Juara Umum

psht piala walikota

Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Ajang Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi panggung pembuktian bagi para atlet muda pencak silat dari berbagai perguruan di Kota Pahlawan. Dalam kejuaraan yang digelar di City of Tomorrow (CITO) Mall Surabaya pada 23–24 Mei 2026 itu, PSHT Ranting Pakal sukses mencuri perhatian setelah berhasil menyabet empat medali bergengsi, terdiri dari dua emas dan dua perak.

Kejuaraan pencak silat tingkat kota tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 dan diikuti sebanyak 1.357 atlet dari berbagai perguruan silat se-Surabaya. Ribuan pesilat muda turun di berbagai kategori untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus mengasah mental tanding di arena kompetisi resmi.

Di tengah persaingan ketat antarperguruan, PSHT Cabang Surabaya Pusat Madiun tampil dominan dengan menurunkan sekitar 180 atlet muda. Hasilnya, PSHT berhasil keluar sebagai Juara Umum 1 setelah mengoleksi total 45 medali, yakni 16 emas, 17 perak, dan 12 perunggu.

Capaian tersebut semakin lengkap dengan kontribusi membanggakan dari para atlet PSHT Ranting Pakal yang sukses mempersembahkan empat medali pada kategori prestasi remaja.

Ketua Binpres PSHT Ranting Pakal, Dwi Handoko, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata keseriusan PSHT dalam membina atlet-atlet muda pencak silat, khususnya di wilayah Pakal yang selama ini dikenal sebagai salah satu ranting dengan regenerasi atlet berprestasi.

Menurutnya, pembinaan atlet usia dini dan remaja menjadi fokus penting dalam menjaga eksistensi pencak silat sekaligus melahirkan pesilat yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Baca Juga :  KPAD Labura Lolos sebagai 3 Nominator untuk Kategori Komisi Perlindungan Anak pada Anugerah KPAI 2025

“Ajang ini menjadi bukti bahwa PSHT serius dalam melakukan pembinaan atlet muda pencak silat, khususnya di Ranting Pakal yang sejak dulu dikenal mampu melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi,” ujar Dwi Handoko, Senin (25/5/2026).

Ia menilai kejuaraan seperti Piala Wali Kota Surabaya memiliki nilai strategis karena bukan hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan jangka panjang bagi atlet muda.

Selain menjadi tempat mengukur kemampuan atlet, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pemantauan menuju event yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

“Nantinya atlet-atlet yang tampil bagus akan diseleksi kembali bersama atlet eks Porprov dan hasil Piala KONI. Jadi kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses pemantauan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Piala Wali Kota Surabaya 2026 dibagi menjadi dua kategori utama, yakni kategori pemasalan dan kategori prestasi. Kedua kategori tersebut memiliki fungsi berbeda dalam sistem pembinaan atlet pencak silat.

Kategori pemasalan lebih difokuskan pada pengenalan olahraga pencak silat secara luas sekaligus proses pembibitan atlet secara massal. Sementara kategori prestasi menggunakan standar pertandingan resmi IPSI, mulai dari sistem pertandingan hingga pembagian kelas berdasarkan bobot atlet.

“Pemasalan itu sifatnya pengenalan dan pembibitan atlet secara umum. Sedangkan kategori prestasi benar-benar menggunakan standar resmi IPSI, baik dari sisi waktu pertandingan maupun kelas bobot yang dipertandingkan,” kata Handoko.

Keberhasilan PSHT Ranting Pakal dalam turnamen tersebut tidak lepas dari kerja keras para atlet muda yang tampil penuh semangat sepanjang pertandingan. Empat atlet berhasil menyumbangkan medali pada kategori prestasi remaja.

Dua medali emas berhasil diraih oleh Landho Dwi Putra dan Reyvano Mardev Ardiansyah. Keduanya tampil impresif di kelas H dan kelas G putra kategori remaja hingga berhasil meraih posisi juara pertama.

Baca Juga :  PSHT Rayon Rusunawa Surabaya Bagikan 750 Takjil, Aksi Sosial Ramadhan Tuai Apresiasi

Sementara dua medali perak dipersembahkan oleh Lingga Jamil Sakti dan Dwi Handoyo yang turun di kelas J dan kelas E putra kategori remaja. Meski harus puas di posisi runner-up, penampilan keduanya tetap mendapat apresiasi karena mampu bersaing ketat hingga babak final.

“Alhamdulillah, Ranting Pakal juga berhasil meraih medali. Untuk juara 1 prestasi diraih oleh Landho Dwi Putra dan Reyvano Mardev Ardiansyah. Sedangkan juara 2 prestasi diraih Lingga Jamil Sakti dan Dwi Handoyo,” ungkap Handoko.

Prestasi yang diraih para atlet muda tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan pencak silat di Surabaya, khususnya di lingkungan PSHT. Pembinaan yang berjalan konsisten dinilai menjadi faktor utama lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level kompetitif.

Selain faktor teknik dan kemampuan fisik, mental bertanding para atlet muda juga menjadi perhatian serius dalam proses pembinaan. Kejuaraan seperti Piala Wali Kota Surabaya dianggap penting untuk membentuk karakter, disiplin, dan pengalaman bertanding sejak usia dini.

Tidak hanya itu, tingginya antusiasme peserta dalam kejuaraan tahun ini menunjukkan bahwa pencak silat masih menjadi salah satu olahraga bela diri yang memiliki tempat kuat di tengah masyarakat. Ribuan atlet yang ikut serta menjadi bukti bahwa regenerasi pesilat muda terus berjalan.

Momentum Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 juga memberikan semangat tersendiri bagi para peserta untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama perguruan masing-masing.

Bagi PSHT Ranting Pakal, hasil empat medali di ajang bergengsi tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet di masa mendatang. Ke depan, mereka menargetkan lahir lebih banyak atlet potensial yang mampu menembus kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.

psht surabaya

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi PSHT sebagai salah satu perguruan pencak silat yang konsisten melahirkan atlet berprestasi melalui sistem pembinaan berkelanjutan dan kompetitif.

Baca Juga :  PSHT Pakal Surabaya Gembleng Atlet Muda Lewat Latber Binpres

Dengan capaian dua emas dan dua perak dari atlet-atlet muda Ranting Pakal, PSHT tidak hanya menunjukkan dominasi di arena pertandingan, tetapi juga memperlihatkan keseriusan dalam membangun masa depan olahraga pencak silat di Surabaya.

(Sigit Santoso)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA