Perjuangan Wulan dari Kolong Jembatan Hingga Mimpi Wujudkan Hunian untuk Orang Tua

Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Pernah tinggal di kolong jembatan, Wulan (18) seorang gadis muda yang mengaku sempat mengalami masa kelam saat tinggal bersama keluarganya di kolong jembatan di daerah Gubeng Surabaya.

Namun saat ini, dia mulai mewujudkan mimpinya memiliki huniannya sendiri untuk keluarga, gadis muda ini menceritakan awal kehidupan kedua orangtuanya saat tinggal di salah satu kolong jembatan di Jakarta, hingga memutuskan untuk mencari peruntungan di Kota Surabaya.

“Ada ibu, bapak, mas, sama aku, bareng dari Jakarta ke Surabaya itu pas umur 5 tahun, ya 2009-an,” kata Wulan, ketika ditemui di Rumah Singgah, Jalan Kedung Pengkol, Surabaya, Selasa (4/2/2025).

“Pas di Jakarta sudah enggak punya rumah, dan di Surabaya juga sama enggak ada. Katanya ibu disini sudah ada teman yang pemulung, akhirnya ya mau tinggal di kolong jembatan,” sambungnya.

Lanjut Wulan, ia juga sempat Jual Koran dan alat tulis di Lampu Merah dan pernah mengalami Kecelakaan demi tetap ingin sekolah, Sebab, keuangan ibunya yang bekerja sebagai pemulung dan ayahnya yang jadi sopir truk itu masih kurang.

“Pas waktu itu enggak pernah merasakan diusir satpol PP, tapi pas pulang cuma malam saja nunggu enggak ada orang. Barang-barang cuman sedikit, dipinggirin begitu,” Terangnya.

Wulan mempunyai mimpi untuk membelikan sebuah rumah yang ditempati bersama keluarganya. Untuk itu, dia bertekad terus melanjutkan sekolah meski harus hidup di jalanan.

“Ya jualan tapi ya tetap terusin sekolah itu, pertama SDN Kapasari 1 itu gratis, terus dibantu Geng Gemes biar bisa sekolah di SMP Islam Darusallam dan SMK dr Soetomo,” ucapnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Dorong Optimalisasi APBD Pembangunan Mulai dari Kampung

Bahkan, Wulan juga sempat membuka sebuah toko online di sela-sela berjualan koran di lampu merah, untuk mewujudkan mimpinya agar bisa membeli rumah di masa mendatang.

“Pernah pas sekolah SMK jualan koran sambil buka olshop (online shop) jualan baju, kosmetik sama jajan juga. Jadi saya ngantar barangnya sendiri pas pulang jualan koran,” ujarnya.

Saat ini, Wulan tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai penjaga sebuah Rumah Singgah, milik Komunitas Gerakan Mengajak Sedekah Surabaya (Geng Gemes), di Jalan Kedung Pengkol.

“Sekarang sudah enggak jualan koran, soalnya tahun kemarin habis kecelakaan kaki saya dioperasi. Tapi tetap kerja, sekarang jadi sales handphone buat makan sama keperluan lain,” Jelasnya.

Selain itu, Wulan mulai mengumpulkan uang untuk mencicil sebuah rumah di Madura. Dia berharap, hunian tersebut bisa ditinggalinya bersama keluarganya.

“Sekarang kerja pukul 09.00 WIB, terus malamnya sambil kuliah online di Kampus Stikosa AWS. Alhamdulillah bisa cicil rumah di Madura, niatnya biar satu keluarga bisa kumpul,” Pungkasnya.

(Sigit Santoso)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Pojok WA