
Kotapinang, POJOKREDAKSI.COM – Miris sekali melihat kondisi proses belajar mengajar di SD Negeri 27 yang kerap sebutkan masyarakat dengan nama SD 05 saat ini SD N 27 Kotapinang yang dipimpin oleh kepala sekolah F. Hanum Nasution beralamatkan jalan A. Yani Kelurahan Kotapinang Kecamatan kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).
F. Hanum Nasution ketika ditemui oleh ketua IWO (Ikatan Wartawan Online) bersama beberapa orang pengurus IWO pada hari Kamis (10/4/2025) mengatakan “Coba lihat kondisi sekolah ini mohonlah dibantu untuk perhatiannya, keadaan proses belajar mengajar kami terganggu sekali, terutama kondisi pedagang sayuran sepanjang jalan pas depan sekolah, yang akhirnya anak didik sulit untuk masuk kedalam sekolahan ini disebakan banyak pembeli yang berdiri belanja sayuran hingga padat menutupi jalan untuk masuk kesekolah.”
“Bukan itu saja, bahkan suara penggilingan Bakso yang keras pas berdampingan ke ruangan proses belajar mengajar, hingga antara guru dan murid sulit untuk mendengarkan apa yang diajarkan oleh guru dalam penyampaian mata pelajaran setiap hari.” Ungkapnya.
“Bukan hanya itu saja, masih ada lagi terganggunya proses belajar mengajar, ada di dalam ruangan kelas air merembes seperti mata air naik disebabkan aliran parit pasar pagi yang menggenang masuk ke lokasi parit depan pintu ruangan kelas maka proses belajar mengajar tidak nyaman, untuk itu saya bermohon agar permasalahan sekolah ini dapat ditanggapi secepat mungkin oleh instansi terkait, karena saya juga sudah pernah membuat laporan ke dinas terkait namun tidak ada tanggapan.” Ucap F. Hanum selaku Kepala Sekolah menjelaskan.
Di hari yang sama, jam yang berbeda ketua IWO Candra M. Siregar dan pengurus melalui seluler menyampaikan kepada Kabid SD dan PPK Dinas pendidikan (Z. Hamsar Hasibuan) agar bertemu di ruangan kantornya, Z. Hamsar hasibuan menjawab “Kita ketemu di warung kopi di jalan Hadundung.”
Sangat Ironis sekali kedengaran, disaat masih jam dinas kantor dilakukan pertemuan di warung kopi yang letaknya memakan waktu beberapa menit dari kantor Dinas Pendidikan.
Pertemuan berlangsung, Kabid SD menjelaskan bahwa surat permohonan dari kepsek tersebut belum ada. Setelah berlangsungnya pemaparan percakapan terkait keluhan kepsek SD 27 oleh ketua IWO dan pengurus secara singkat karena pertemuan kurang relevan.
Sebelum beranjak dari tempat, kemudian Nurhabibah Batubara sebagai salah satu pengurus IWO mengatakan “Demi kelangsungan proses belajar mengajar yang baik, kami atas nama Kepengurusan IWO Labuhanbatu Selatan sangat berharap melalui Kabid SD untuk secepatnya menyikapi dan mengambil langkah dan memusyawarahkan dengan instansi terkait bagaimana proses solusi terbaik untuk SD N. 27 agar anak didik SD tersebut dapat menuntut ilmu sesuai harapan NKRI.”

“Karena pendidikan itu sangat diutamakan untuk kecerdasan bangsa indonesia. Dan kami juga tahu bahwa kabid SD tidak dapat mengambil keputusan tanpa memusyawarahkan melalui RPJMD.” Ucapnya.
Pengurus IWO Labuhanbatu Selatan, kemudian beranjak pamit kembali ke sekertariat IWO.
(Nurhabibah)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS