Viral Rekaman Staf Media Sosial Walikota Surabaya Eri Cahyadi Saat Jeda Live Epok – Epok Keliling

Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Geger Staf Media Sosial Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat jeda Live Instagram lupa mematikan mikrofon mendadak menjadi bahan perbincangan publik, setelah vidio percakapan beredar luas di medsos dengan kata kata “epok -epok bapak keliling, pada minggu (2/10/2025).

Dalam potongan video yang kini viral di media sosial, terdengar jelas percakapan di balik layar antara tim admin media sosial yang tanpa sadar masih tersambung ke siaran langsung.

“Lek kayak gitu, Mat. Ini kan videone bagus, simpen dulu ae. Nek besok-besok hujan bisa dipakai, epok-epok keliling,” ujar suara perempuan dalam rekaman itu.

Kalimat santai itu, yang mungkin bagi pelakunya hanya sekadar obrolan teknis tentang pengelolaan konten, langsung ditangkap warganet sebagai hal yang lebih serius.

Nada ‘epok-epok keliling’ yang bisa diartikan seolah kegiatan lapangan hanya untuk konten membuat publik berpikir, apakah kegiatan turun lapangan wali kota sekadar bahan konten di Instagram.

Tak berhenti di situ, masih terdengar lanjutan percakapan admin yang tampaknya baru sadar akan potensi kealpaan digitalnya.

“Eh iki lek wis ngene, lak gak metu suarane yo?” katanya lagi, memastikan apakah audio masih tersambung.

Namun sayangnya, publik sudah mendengarnya semua. Dan seperti biasa, internet tidak pernah lupa sekaligus tidak pernah memaafkan dengan cepat, hingga kinerja Walikota Surabaya di pertanyakan selama ini.

“Termasuk selama ini yang sering kita lihat di konten pak Wali turun ke lapangan apa hanya epok-epok saja, agar masyarakat tahu kalau benar bener kerja untuk rakyat,” Ujar salah satu warga.

Baca Juga :  KPAID Labuhanbatu Utara Tandatangani MoU Dengan Yayasan Labura

Ia menambahkan, sangat menyayangkan vidio rekaman tersebut sampai mencuat di publik dan menjadi bahan perbincangan tentang kerjanya Walikota Surabaya.

“Sangat disayangkan rekaman tersebut sampai viral, jadi masyarakat kan berfikir apa benar Walikota bekerja untuk rakyat atau hanya untuk pencitraan saja,” Tutupnya.

Sementara itu, tak lama setelah video viral, sang admin media sosial yang bertugas langsung mengambil langkah berani dan elegan langsung meminta maaf secara terbuka sekaligus menyatakan mundur dari posisinya.

“Dengan penuh penyesalan, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat, kepada semua pihak yang merasa terganggu, dan terutama kepada Bapak Wali Kota yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada saya,” tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menegaskan bahwa kejadian itu murni kelalaian pribadi dan sama sekali tidak mewakili sikap maupun kebijakan Wali Kota Surabaya.

“Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dan sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya menyampaikan pengunduran diri saya dengan penuh kesadaran dan penyesalan,” tutupnya.

(Sigit Santoso)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA