
Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Suasana religius dan penuh kepedulian sosial mewarnai kawasan Tambak Asri, Kota Surabaya, pada Ahad (15/3/2026). Ratusan warga memadati Masjid Al-Islam untuk mengikuti pengajian sekaligus kegiatan sosial yang dipimpin oleh dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, anggota DPRD Kota Surabaya dari Komisi D.
Tak sekadar pengajian rutin, kegiatan yang digagas melalui Majelis Taklim At-Taubah ini juga diwarnai aksi nyata berbagi kepada masyarakat. Di penghujung acara, sebanyak 600 paket sembako dan makanan dibagikan kepada jamaah serta warga sekitar.
Dari Kelompok Kecil Hingga Ratusan Jamaah
Dokter Zuhro—yang juga menjabat sebagai Ketua PUAN Surabaya—mengungkapkan bahwa majelis taklim tersebut berawal dari komunitas kecil dengan jumlah peserta yang sangat terbatas.
Ia mengenang, pada masa awal berdirinya, pengajian hanya dihadiri sekitar lima hingga sepuluh orang. Namun, berkat konsistensi dan semangat kebersamaan, jumlah jamaah terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 50 orang dalam pertemuan rutin.
“Alhamdulillah, dari yang dulu hanya beberapa orang, sekarang berkembang dan semakin ramai. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan spiritual sangat besar,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, keberadaan majelis taklim bukan hanya sebagai forum keagamaan, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan sosial, khususnya bagi kaum perempuan.
Jadwal Rutin yang Konsisten
Majelis Taklim At-Taubah memiliki jadwal pengajian tetap, yakni dua kali dalam sebulan setiap Rabu kedua dan keempat setelah salat Isya. Konsistensi jadwal ini menjadi faktor penting yang menjaga keberlanjutan kegiatan.
Namun, khusus selama bulan Ramadan, intensitas kegiatan ditingkatkan menjadi setiap hari Ahad. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan momentum bulan suci sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ilmu agama.
Dokter Zuhro menegaskan bahwa pembelajaran agama tidak mengenal batas usia. Ia mengajak jamaah untuk terus menuntut ilmu sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
“Kita harus saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Jangan pernah berhenti mencari ilmu, karena itu adalah cahaya bagi kehidupan,” tuturnya.
Fokus Pembinaan Kaum Ibu
Seiring perkembangan waktu, Majelis Taklim At-Taubah semakin memusatkan perhatian pada pembinaan ibu-ibu di sekitar masjid. Kelompok ini dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter keluarga dan lingkungan.
Menurut dokter Zuhro, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Karena itu, peningkatan pengetahuan agama pada perempuan diyakini akan berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga diskusi, pendampingan, serta kegiatan sosial yang mempererat solidaritas antarwarga.
Apresiasi dari PUAN Surabaya
Keberlanjutan kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengurus PUAN Surabaya. Humas organisasi tersebut, Nurana Mushowaroh, menilai majelis taklim ini sebagai bentuk nyata kontribusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pengajian rutin, melainkan juga sarana pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.
“Kami bangga karena kegiatan ini memberikan ruang edukasi spiritual sekaligus memperkuat peran perempuan dalam masyarakat,” ujarnya.
Nurana berharap model kegiatan seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain di Surabaya agar manfaatnya semakin luas.
Membangun Lingkungan Religius dan Harmonis
Lebih dari sekadar forum ibadah, Majelis Taklim At-Taubah dinilai berperan dalam membangun lingkungan yang lebih harmonis, religius, dan berdaya.
Melalui pertemuan rutin, warga tidak hanya mendapatkan ilmu agama tetapi juga mempererat hubungan sosial. Hal ini penting, terutama di kawasan perkotaan yang cenderung individualistis.
“Harapan kami, majelis ini terus istiqomah dan jangkauannya semakin luas sehingga dapat melahirkan masyarakat yang berilmu dan religius,” tambah Nurana.
Aksi Nyata: 600 Paket Sembako untuk Warga
Puncak kegiatan ditandai dengan pembagian 600 paket sembako dan makanan kepada berbagai unsur masyarakat. Penerima manfaat meliputi:
Pengurus Majelis Taklim At-Taubah
Jamaah pengajian
Pengurus PRA Morokrembangan
Kader PUAN Surabaya
Warga sekitar Tambak Asri
Pembagian dilakukan secara tertib dan penuh kebersamaan. Banyak warga mengaku terbantu, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.
Bagi dokter Zuhro, kegiatan berbagi ini merupakan wujud nyata dari nilai keislaman yang menekankan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Momentum Ramadan untuk Berbagi
Ramadan sering dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. Tradisi berbagi sembako menjadi salah satu bentuk kepedulian yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan di Tambak Asri ini menunjukkan bahwa pengajian tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, tetapi juga aksi sosial yang konkret.
Dengan menggabungkan edukasi spiritual dan bantuan sosial, Majelis Taklim At-Taubah berhasil menciptakan kegiatan yang menyentuh kebutuhan rohani sekaligus ekonomi warga.

Inspirasi bagi Wilayah Lain
Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Surabaya maupun daerah lain di Indonesia. Model pengajian yang disertai aksi sosial dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat jaringan sosial.
Di tengah tantangan kehidupan perkotaan, kehadiran ruang kebersamaan seperti majelis taklim menjadi semakin penting.
Melalui konsistensi, kepemimpinan yang kuat, serta dukungan masyarakat, kegiatan sederhana dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas.
(Sigit Santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G