
Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Kecelakaan maut kembali terjadi di Surabaya. Dua orang yang berada di atas sepeda motor tewas di lokasi kejadian setelah terlibat tabrakan dengan sebuah mobil Toyota Innova Reborn di Jalan Kenjeran, Surabaya, Senin dini hari, 6 April 2026.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.17 WIB. Benturan keras antara sepeda motor dan mobil membuat dua korban terpental dan terseret beberapa meter sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat. Insiden ini langsung memicu penanganan cepat dari petugas gabungan yang datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus mengamankan area kecelakaan.
Berdasarkan keterangan petugas Command Center yang berada di tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Innova bernomor polisi L 1741 ZU melaju dari arah barat ke timur di Jalan Kenjeran. Mobil tersebut dikemudikan oleh EN, seorang pria berusia 24 tahun.
Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah sepeda motor bernomor polisi M 5727 CL disebut melakukan putar balik dan menyeberang secara mendadak. Manuver itu diduga membuat pengemudi mobil tidak memiliki cukup ruang dan waktu untuk menghindari tabrakan.
Salah satu petugas di lokasi menjelaskan bahwa ada dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menurut dia, sepeda motor itu memotong jalur tanpa memperhatikan arus lalu lintas yang sedang melintas.
“Benar ada dua korban jiwa. Kedua pemotor tersebut memutar balik dan memotong jalur tanpa memperhatikan arus lalu lintas,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian, Senin (6/4/2026).
Keterangan serupa juga disampaikan oleh EN, pengemudi Toyota Innova. Ia mengaku sudah berupaya mengantisipasi tabrakan dengan memberikan tanda lampu dan berusaha mengarahkan mobil ke sisi kiri. Namun, menurut pengakuannya, sepeda motor justru bergerak ke arah yang sama sehingga benturan tidak bisa dihindari.
“Saya sudah memberikan tanda lampu, mas, dan mencoba membanting setir ke kiri, tapi motor tersebut langsung menyeberang ke arah yang sama,” kata EN di lokasi kejadian.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui sempat terseret sekitar 10 hingga 15 meter dari titik benturan sebelum kendaraan berhenti. Salah satu korban teridentifikasi bernama Supardi, 48 tahun, warga Pamekasan, Madura. Sementara satu korban lainnya adalah seorang perempuan yang hingga berita ini ditulis masih belum diketahui identitasnya.
Kondisi di lokasi kejadian sempat menyita perhatian petugas dan pengguna jalan yang melintas. Setelah proses identifikasi awal dilakukan, petugas gabungan dari Command Center 112 Surabaya segera mengevakuasi kedua korban. Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Dr. Soetomo menggunakan dua unit ambulans milik Dinas Sosial Surabaya.
Selain melakukan evakuasi korban, petugas juga mengamankan dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Mobil Toyota Innova Reborn dan sepeda motor yang mengalami kerusakan usai tabrakan dijadikan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Penanganan awal perkara ini dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polsek Tambaksari. Selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami kronologi, posisi kendaraan, dan kemungkinan faktor lain yang berkaitan dengan insiden maut tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi di jalan raya, terutama ketika pengendara melakukan manuver putar balik atau menyeberang jalur secara tiba-tiba. Dalam situasi lalu lintas yang minim ruang reaksi, keputusan dalam hitungan detik dapat berujung fatal. Karena itu, kehati-hatian saat berpindah arah, membaca kondisi arus kendaraan, dan memastikan jalur benar-benar aman menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pengguna jalan.
Di sisi lain, kecelakaan yang terjadi pada dini hari juga kerap menuntut kewaspadaan lebih dari seluruh pengendara. Pada jam-jam seperti itu, kecepatan kendaraan sering kali lebih tinggi dibanding waktu sibuk, sementara visibilitas dan fokus pengendara dapat berubah karena kondisi jalan yang relatif lengang. Kombinasi faktor tersebut membuat risiko tabrakan meningkat ketika ada kendaraan yang tiba-tiba memotong jalur.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan di Jalan Kenjeran ini masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat kepolisian. Keterangan petugas di lokasi dan pengemudi kendaraan menjadi bagian dari informasi awal yang kini akan didalami lebih lanjut. Polisi juga akan memeriksa barang bukti kendaraan yang terlibat untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.
Bagi keluarga korban, insiden ini tentu meninggalkan duka mendalam. Dalam waktu singkat, perjalanan yang semula biasa berubah menjadi tragedi mematikan. Satu korban sudah diketahui identitasnya, sementara satu korban perempuan lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Kecelakaan maut di Jalan Kenjeran ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada kecepatan kendaraan, tetapi juga pada ketepatan mengambil keputusan di jalan. Manuver mendadak tanpa memperhitungkan arus lalu lintas dapat berakibat fatal, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lain.
Hingga saat ini, aparat masih terus mendalami kasus tabrakan maut tersebut. Publik menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian untuk mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan itu terjadi dan faktor apa saja yang berkontribusi terhadap tewasnya dua orang di lokasi kejadian.
(Sigit Santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G