Deklarasi Kampung Reforma Agraria Sei Kopas, SPI Dorong Model Nasional

Reforma Agraria Indonesia

Asahan, POJOKREDAKSI.COM — Serikat Petani Indonesia (SPI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan reforma agraria sejati melalui Deklarasi Kampung Reforma Agraria di Desa Sei Kopas, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Rabu (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi petani sekaligus mendorong terwujudnya kedaulatan atas tanah dan sumber-sumber agraria secara berkeadilan.

Deklarasi tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah sistematis SPI dalam membangun basis perjuangan petani yang terorganisir dan mandiri. Desa Sei Kopas bahkan diproyeksikan sebagai model atau percontohan nasional dalam implementasi reforma agraria berbasis komunitas.

Kegiatan diawali dengan penyambutan khas budaya lokal berupa tarian Tor-Tor yang dibawakan oleh petani perempuan SPI Sei Kopas. Suasana khidmat terasa saat rangkaian acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SPI, serta doa bersama yang mencerminkan semangat kolektif dalam perjuangan agraria.

Ketua Basis SPI Desa Sei Kopas dalam sambutannya menekankan bahwa konsolidasi organisasi petani merupakan kunci utama dalam memperjuangkan hak atas tanah. Ia menegaskan bahwa tanpa kekuatan kolektif yang solid, perjuangan reforma agraria akan sulit mencapai hasil yang maksimal.

“Petani harus bersatu dan terorganisir. Reforma agraria bukan sekadar program, tetapi perjuangan jangka panjang untuk keadilan,” ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Sei Kopas, Donald Nadapdap, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selama tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilepaskan dari semangat kebersamaan dan gotong royong. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang ada.

Baca Juga :  Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz di Kabarkan Meninggal Dunia

“Kami mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun desa yang lebih sejahtera, selama tetap mengikuti aturan yang berlaku,” kata Donald.

Perwakilan dari Kecamatan BP Mandoge turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi tersebut. Ia menyebut Kampung Reforma Agraria di Sei Kopas sebagai yang kedua di wilayah tersebut, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya pengelolaan agraria yang adil.

Reforma Agraria Indonesia

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan seluruh kelompok tani agar menjaga solidaritas dan menghindari konflik internal yang dapat melemahkan perjuangan bersama.

Sementara itu, Ketua DPC SPI Kabupaten Asahan, Bincar D. Manurung, menegaskan bahwa organisasinya akan terus mendorong penguatan Kampung Reforma Agraria sebagai basis kemandirian petani. Ia menyebut Desa Sei Kopas memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium reforma agraria yang dapat dijadikan rujukan nasional.

“Desa Sei Kopas akan kita dorong menjadi role model reforma agraria di Indonesia. Ini bukan hanya untuk Asahan, tetapi untuk kepentingan petani secara luas,” tegasnya.

Dari sisi kebijakan, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Asahan menjelaskan bahwa reforma agraria merupakan bagian dari percepatan program strategis nasional. Hal ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni penataan aset, penataan akses, dan legalisasi aset melalui sertifikasi tanah.

Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum bagi petani sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi oleh Ketua Umum SPI, Henri Saragih. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa reforma agraria sejati merupakan fondasi utama dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya petani.

Menurutnya, tanpa distribusi tanah yang adil dan akses yang memadai terhadap sumber daya agraria, ketimpangan sosial akan terus terjadi.

Baca Juga :  Dokter Zuhro Pimpin Rapat Periodik dan Silaturahmi Perempuan Amanat Nasional kota Surabaya

“Reforma agraria bukan sekadar program pemerintah, tetapi mandat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujar Henri.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti Deklarasi Kampung Reforma Agraria yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke wilayah yang menjadi bagian dari program tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan kesiapan implementasi program.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen organisasi, termasuk perwakilan SPI dari Cabang Langkat dan Deli Serdang. Kehadiran mereka menjadi bentuk solidaritas antarwilayah dalam memperjuangkan hak-hak petani.

Deklarasi Kampung Reforma Agraria di Desa Sei Kopas diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan reforma agraria di tingkat akar rumput.

Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana reforma agraria dapat dijalankan secara berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif petani terhadap pentingnya penguasaan dan pengelolaan tanah secara mandiri. Jika konsistensi dan dukungan lintas sektor dapat terus dijaga, bukan tidak mungkin Kampung Reforma Agraria akan menjadi pilar penting dalam pembangunan agraria nasional.

Namun demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. Konsolidasi internal, potensi konflik lahan, hingga implementasi kebijakan yang tidak merata menjadi faktor yang harus diantisipasi secara serius. Tanpa manajemen yang baik, program yang telah dideklarasikan berpotensi tidak berjalan optimal.

Reforma Agraria Indonesia

Karena itu, keberhasilan Kampung Reforma Agraria di Sei Kopas akan sangat ditentukan oleh sinergi antara petani, pemerintah, dan lembaga terkait. Transparansi, konsistensi kebijakan, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen kunci yang tidak bisa diabaikan.

Dengan segala potensi dan tantangan yang ada, Desa Sei Kopas kini berada di titik penting: menjadi simbol harapan sekaligus ujian nyata bagi masa depan reforma agraria di Indonesia.

Baca Juga :  Anak Eks 1001 Malam Raih Juara Pertama Pencak Silat Kategori Remaja Putra di UNSC ke 7th 2025

(Afriyansyah)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA