
LABUHANBATU UTARA, POJOKREDAKSI.COM – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui program kependudukan dan keluarga berencana. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) yang dipusatkan di RSU Sri Pamela Mambang Muda, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pelayanan MOW yang dilaksanakan merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara.
Momentum ini tidak hanya menjadi agenda pelayanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Samsul Tanjung, ST, MH, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa program Keluarga Berencana tidak semata-mata berbicara mengenai penggunaan alat kontrasepsi atau pengendalian angka kelahiran. Lebih dari itu, program KB memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga berkualitas yang mampu melahirkan generasi unggul di masa depan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Ketika keluarga mampu tumbuh dalam kondisi sehat, sejahtera, dan terencana, maka akan lahir sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi.
“Pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga yang berkualitas akan melahirkan SDM yang mampu mendukung terwujudnya Labuhanbatu Utara Hebat, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan keluarga menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Karena itu, program-program yang berkaitan dengan kependudukan dan keluarga berencana terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada DPPKB Kabupaten Labuhanbatu Utara atas berbagai capaian yang berhasil diraih dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana. Kinerja tersebut dinilai telah membawa nama baik daerah di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Keberhasilan tersebut tercermin dari pencapaian pelayanan KB yang menunjukkan tren positif dan mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Kerja KBKR BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Fifi Darviana, menjelaskan bahwa Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang diperuntukkan bagi pasangan yang telah memiliki keputusan untuk tidak menambah jumlah anak.
Metode ini dikenal sebagai salah satu bentuk kontrasepsi permanen yang dilakukan melalui tindakan medis sesuai prosedur dan standar kesehatan yang berlaku. Karena sifatnya permanen, peserta yang mengikuti pelayanan MOW harus melalui berbagai tahapan, termasuk mendapatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara menyeluruh.
Menurut Fifi, seluruh peserta yang mengikuti pelayanan telah memperoleh penjelasan lengkap terkait manfaat, prosedur, hingga konsekuensi dari tindakan yang akan dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap peserta memahami keputusan yang diambil dan melakukannya secara sadar serta bertanggung jawab.
“Seluruh peserta telah mendapatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi sebelum tindakan dilakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fifi mengungkapkan capaian program Keluarga Berencana di Kabupaten Labuhanbatu Utara saat ini menunjukkan hasil yang sangat membanggakan. Berdasarkan data yang ada, realisasi pelayanan KB di daerah tersebut telah mencapai 126 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam jajaran empat besar kabupaten/kota dengan kinerja pelayanan KB terbaik di Provinsi Sumatera Utara.
Prestasi ini menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat. Selain itu, keberhasilan tersebut juga mencerminkan efektivitas program yang dijalankan pemerintah daerah melalui DPPKB bersama berbagai pihak terkait.
“Capaian pelayanan KB Kabupaten Labuhanbatu Utara saat ini masuk empat besar di Provinsi Sumatera Utara dengan realisasi mencapai 126 persen dari target yang ditetapkan,” ungkap Fifi.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Labuhanbatu Utara, Erni Melinda, SKM, MKM, menegaskan bahwa pelayanan MOW yang diberikan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya perempuan yang telah memutuskan untuk tidak lagi memiliki anak.
Menurutnya, metode ini bertujuan mencegah kehamilan secara permanen melalui tindakan sterilisasi yang dilakukan sesuai prosedur medis dan pertimbangan kesehatan.
Erni menjelaskan bahwa MOW sangat dianjurkan bagi perempuan yang telah merasa yakin untuk tidak menambah jumlah anak dalam keluarga. Namun demikian, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan berbagai aspek medis dan persetujuan dari pasangan.
Berdasarkan pedoman kesehatan, metode tersebut umumnya disarankan bagi perempuan yang berusia di atas 35 tahun dan telah memiliki jumlah anak yang dianggap cukup. Selain itu, keputusan mengikuti MOW harus didasarkan pada pertimbangan matang karena sifatnya permanen.

Pelayanan yang diberikan pemerintah daerah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui perencanaan kehidupan berkeluarga yang lebih baik.
“Pelayanan MOW ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang bertujuan untuk mencegah kehamilan secara permanen. Metode ini sangat dianjurkan bagi wanita yang sudah merasa yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Berdasarkan pedoman medis, MOW biasanya disarankan untuk wanita berusia di atas 35 tahun dengan jumlah anak yang cukup dan mendapat persetujuan pasangan. Semoga dapat bermanfaat bagi ibu-ibu sekalian,” terang Erni Melinda.
Melalui pelaksanaan pelayanan MOW dalam rangka HUT ke-18 Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Harganas ke-33 Tahun 2026 ini, pemerintah daerah kembali menegaskan pentingnya pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Keberhasilan menembus empat besar capaian pelayanan KB di Sumatera Utara sekaligus menjadi bukti bahwa upaya peningkatan kualitas keluarga di Labura terus bergerak ke arah yang positif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan.
(Greg)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G