
Labuhanbatu Selatan, POJOKREDAKSI.COM –Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada kelompok masyarakat rentan yang meliputi penyandang disabilitas, lansia, anak terlantar, serta warga pra-sejahtera di lima kecamatan, yakni Silangkitang, Sungai Kanan, Kotapinang, Kampung Rakyat, dan Torgamba.
Bantuan tersebut berisi beras 10 kilogram, satu kotak mi instan, satu kaleng ikan, gula putih 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, nasi kotak, dan kue kotak.
Tujuannya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang selama ini berada dalam kondisi terbatas, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial pemerintah daerah.
Penyerahan dilakukan secara serentak di tiap kecamatan selama dua hari tgl 13- 14 /Oktober 2025 dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, S.H., kepada perwakilan penerima manfaat.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Pemkab dalam memperhatikan masyarakat kecil, meskipun di tengah efisiensi anggaran daerah.
> “Kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan. Program ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk kepedulian pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan,” ujar Bupati Fery Sahputra Simatupang, S.H.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para camat, kepala desa, pemuka masyarakat, Kepala Dinas Sosial, Kabid Rehabilitasi Sosial, kepala lingkungan (Kepling), serta peserta penerima bantuan sosial (PBS) yang diundang berdasarkan daftar dan kupon yang telah disiapkan oleh Dinas Sosial.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Labusel, Juliani Tanjung, mewakili Plt. Kadis Sosial Putra Fauzi Siregar, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan seleksi petugas lapangan.
> “Kami berupaya agar penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga yang belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya. Semua dilakukan berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan,” jelas Juliani.
Namun demikian, beberapa kepala lingkungan (Kepling) dan kepala dusun menyampaikan masukan dan evaluasi agar pendistribusian bantuan di masa mendatang dapat dilakukan lebih adil dan merata.
> “Kami berharap Dinas Sosial lebih tanggap dalam mendata masyarakat yang benar-benar layak. Di dusun kami, masih ada penyandang disabilitas dan lansia yang belum tersentuh bantuan. Bukan kami iri, tapi ingin agar semuanya mendapatkan porsi yang sama agar tidak menjadi sorotan masyarakat kami ini sebagai kepling,” ujar salah satu Kepling di Kecamatan Kotapinang.
Nada serupa juga disampaikan oleh Kadus dari salah satu kecamatan yang menyebut bahwa keterbatasan kupon dan penentuan nama penerima dari pusat data kadang tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan.
> “Kami paham ini program baik, tapi kuota terbatas dan nama penerima sering sudah ditentukan. Akibatnya, ada warga yang lebih layak justru terlewat. Kami ingin ke depan ada koordinasi lebih terbuka antara pihak desa dan Dinas Sosial,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Program Bantuan Sosial (PBS) berjalan tertib, aman, dan kondusif. Pemerintah dan masyarakat sama-sama berharap agar program sosial seperti ini dapat terus dilanjutkan, dengan perbaikan di sisi pendataan dan distribusi agar manfaatnya benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan,agar tidak terkesan tebang pilih.
(Nurhabibah)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G