40 Santri Cirebon Dikirim ke Rindam Siliwangi, Digembleng Bela Negara

Kodim 0614 Kota Cirebon

Kota Cirebon, POJOKREDAKSI.COM – Upaya pembinaan generasi muda terus diperkuat melalui kolaborasi antara TNI dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0614/Kota Cirebon memberangkatkan sebanyak 40 santri dari berbagai pondok pesantren binaan untuk mengikuti kegiatan Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Rindam III/Siliwangi, Bandung.

Keberangkatan para santri ini menjadi bagian dari program strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Para peserta yang merupakan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat itu dijadwalkan mengikuti pendidikan dan pelatihan intensif selama tiga hari di Dodikjur Rindam III/Siliwangi.

Selama mengikuti kegiatan KKRI, para santri tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoritis, tetapi juga pelatihan praktis yang dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepemimpinan. Materi yang diberikan mencakup bela negara, wawasan kebangsaan, pembinaan mental, serta pelatihan dasar seperti peraturan baris-berbaris (PBB).

Program ini dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks. Kodim 0614/Kota Cirebon melihat bahwa pembinaan sejak dini sangat penting agar para santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.

Komandan Kodim (Dandim) 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han., menegaskan bahwa kegiatan KKRI merupakan sarana strategis untuk memperluas wawasan serta membentuk kedisiplinan para santri. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu dibekali nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Melalui kegiatan KKRI ini, para santri diharapkan dapat menambah wawasan, meningkatkan kedisiplinan, serta memiliki semangat bela negara yang kuat sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Drajat Santoso.

Baca Juga :  Kapal Tol Laut Pelni KM Logistik Nusantara 1 Siap Melayani TrayekT-28B Di Fakfak

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan dan sinergi antara TNI dengan kalangan pondok pesantren. Sinergi ini dianggap penting dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga kesadaran kebangsaan yang kokoh.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, pendekatan berbasis kolaborasi seperti ini menjadi semakin relevan. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berakar kuat di masyarakat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Sementara itu, TNI memiliki pengalaman dan kapasitas dalam membangun disiplin serta semangat kebangsaan.

Santri ikut pelatihan TNI

Kombinasi keduanya diharapkan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Para santri yang mengikuti program ini dipilih dari berbagai pondok pesantren binaan Kodim, sehingga diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing setelah kembali dari pelatihan.

Selama tiga hari pelatihan di Rindam III/Siliwangi, para peserta akan menjalani serangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis. Mulai dari pelatihan fisik ringan, pembentukan karakter, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar dalam kehidupan bernegara.

Materi wawasan kebangsaan yang diberikan bertujuan untuk memperkuat pemahaman para santri terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pemahaman ini dinilai sangat penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, pelatihan kedisiplinan melalui kegiatan seperti PBB diharapkan dapat membentuk sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini tidak hanya berguna dalam konteks militer, tetapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Program KKRI sendiri menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda yang mengedepankan pendekatan holistik. Tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan intelektual. Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat berkembang secara menyeluruh.

Baca Juga :  Kodim 0614/Kota Cirebon Gelar Doa Bersama Istighosah Qubro, Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Masyarakat

Kodim 0614/Kota Cirebon berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para santri dapat kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman dan ilmu yang bermanfaat. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya, serta berkontribusi positif dalam lingkungan sosialnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Di tengah berbagai tantangan seperti arus informasi yang tidak terkendali dan perubahan sosial yang cepat, pembinaan karakter menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan.

Dengan bekal yang diperoleh selama pelatihan, para santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya bela negara, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Santri ikut pelatihan TNI

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI, khususnya Kodim 0614/Kota Cirebon, dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Melalui pendekatan yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.

Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak peserta. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh individu peserta, tetapi juga oleh masyarakat luas.

(Surya Asia)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA