Selama 11 Tahun Kabupaten Batu Bara Berdiri, Inprastruktur Desa Kapal Merah Tidak Kunjung di Bangun

Batu Bara, POJOKREDAKSI.COM – Masyarakat Desa Kapal Merah Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara mengungkapkan kekecewaanya. Selama 11 Tahun Kabupaten Batubara mekarkan diri dari Kabupaten Asahan, namun pembangunan infrastruktur jalan tidak kunjung di bangun hingga menyebabkan abrasi air pasang laut.

Hal itu disampaikan Suparlin salah satu tokoh masyarakat Desa Kapal Merah. Dilansir dari ErsyahNews.com , Sabtu (24/07/2021).

Serapan aspirasi masyarakat Desa Kapal Merah bersama Kepala Desa, unsur Tokoh masyarakat dan pemuda sudah melakukan Audiensi ke Dinas PUPR Batubara persoalan lahan petani terkena imbas abrasi air asin yang menenggelamkan sebahagian rumah warga belum tersentuh pembangunan semenjak pemekaran Kabupaten Batu Bara,” ungkapnya.

Padahal Audensi masyarakat diterima langsung oleh Kepala Dinas PUPR Batu Bara Khairul Anwar, Kabid SDA, Kabid Bina Marga, Kabid Tataruang dan Abdurrahim Tim Investigasi FP2D, pada Jum’at 4 April 2021 lalu, dan diduga hanya sandiwara,” cetus Suparlin.

Kepada wartawan, Kepala Desa Kapal Merah Pindawaty mengungkapkan, “Bahwa beberapa lahan warga seluas lebih kurang 400 Hektar, banyak yang terimbas abrasi air pasang laut yang menghantam Desa Kapal Mereh. Meski sempat dibenahi tiga kali bersumber DD tetap gagal,” ucap Kepala Desa.

Untuk infrastruktur jalan yang parah sekitar 3 Km sebut Pindawaty, lewat Pemdespun sudah direalisasikan dan Pemkab Batubara melalui Dinas PUPR. Usulan demi usulan sudah sering di sampaikan dan hasilnya sebatas untaian penenangan sementara,” ucapnya.

Baca Juga :  Hari Bertanjak 16 September; Mengenal Budaya Melayu dari Batu Bara Untuk Negara

Kepala Desa Kapal Merah juga mengakui bahwa Sekretaris PUPR semasa itu Bonar Siahaan pernah survey dan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.

Menjawab aspirasi masyarakat Desa Kapal Merah saat itu Kepala Dinas PUPR Batu Bara Khairul Anwar menyebutkan bahwa Bupati Batubara Ir.Zahir, MAP baru bekerja selama 2 tahun, bukan berarti Pemkab Batu Bara tidak memperhatikan, pemerintahan itu fleksible dan karena keterbatasan anggaranlah yang mengharuskan kita bersabar.

Keresahan masyarakat Desa Kapal Merah tetap disahuti dan diperhatikan terkait persoalan jalan dan tanggul sungai dan Desa Kapal Merah juga informasinya akan di jadikan Pulau Reklamasi Kawanan Industri yang sudah dipersiapkan di RT/RW,” pungkas Khairul Anwar.

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *