
Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Kebakaran hebat terjadi di Jalan Jemur Wonosari Gang Masjid, Jemur Wonosari, Wonocolo, Rabu (17/09/2025) malam. Api menghanguskan 10 bangunan, terdiri dari kontrakan di belakang dan kos di depan.
Sebanyak 16 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian ini. Unit yang diterjunkan antara lain:
2 unit Rayon 3 Rungkut, 1 unit Joyoboyo, 1 unit Pos Jambangan, 1 unit Pos Sukolilo, 1 unit Pos Kalirungkut, 1 unit Pos Grudo, 5 unit Tim Rescue, 1 unit Pos Menur, 2 unit Rayon 4 Wiyung, dan 1 unit Pos TVRI.
Kebakaran melanda kontrakan belakang seluas ± 10 x 20 m, terdiri dari 1 bangunan 2 lantai dan 3 bangunan 1 lantai, semua non permanen. Sementara kos-kosan di depan seluas ± 5 x 20 m, terdiri dari 5 kamar (2 kamar permanen dan 3 kamar non permanen).
Dari kos-kosan, 3 kamar non permanen terbakar habis, 1 kamar permanen terbakar habis, dan 1 kamar permanen lainnya terbakar 95%.
Menurut laporan warga, api pertama kali muncul dari kompor di rumah milik Tennia Suprihatin (42) dan sempat berusaha dipadamkan dengan 1 APAR, namun kobaran api terlalu besar.
Unit pemadam berhasil tiba di lokasi pukul 21.07 WIB, api dikendalikan pada pukul 21.40 WIB, dan kondisi lokasi dinyatakan aman pukul 22.25 WIB.
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Wasis Sutikno menjelaskan, kebakaran dilaporkan warga ke petugas sekitar pukul 21.01.
Unit Tempur Rayon 3 tiba di lokasi pukul 21.07. Api saat itu sudah membesar membakar empat rumah nonpermanen. Api merambat ke dua bangunan kos permanen dan tiga kamar kos nonpermanen.
DPKP mengerahkan total 16 Unit Tempur untuk memadamkan api. Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.41 dan lokasi kondusif pukul 22.25.
“Alhamdulillah korban nihil. Api pokok padam pukul 21.41. Yang terbakar rumah nonpermanen dan kamar kos,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Wasis mengatakan, berdasarkan informasi yang digali kebakaran diduga berasal dari salah satu rumah warga tepatnya bagian dapur. Penghuni rumah diduga memasak ditinggal lupa mematikan kompor. Api di dapur itu merembet dan membakar triplek kayu. Api dengan mudah menjalar karena rumahnya nonpermanen.
“Sempat dipadamkan pakai Apar karena apinya terlalu besar ini tidak bisa dikendalikan. Laporan ke kita telat sehingga ada empat rumah nonpermanen sudah terbakar habis,” Jelasnya.
(Sigit Santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G