
Labura, POJOKREDAKSI.COM – Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai Markas Komando (Mako) Polsek Kualuh Hulu saat puluhan anak Taman Kanak-Kanak (TK) dari Yayasan Kembang Melati, Desa Sukarame Baru, melakukan kunjungan edukatif, Kamis (23/04/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Di balik tawa dan canda anak-anak, terselip misi penting: mengenalkan institusi kepolisian sejak dini sebagai sahabat masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun persepsi positif anak terhadap aparat penegak hukum sejak usia dini.
Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani Barus, SH, MH, menyambut langsung kedatangan para siswa dengan penuh kehangatan. Senyum ramah dan pendekatan komunikatif yang ditunjukkan Kapolsek perempuan pertama di wilayah hukum tersebut menciptakan suasana akrab yang langsung mencairkan kekakuan.
“Selamat datang di Mako Polsek Kualuh Hulu bagi siswa-siswi TK Kembang Melati beserta para tenaga pendidik,” ujar AKP Citra Yani Barus saat menyambut rombongan.
Rombongan anak-anak tersebut datang didampingi para guru. Sejak awal kedatangan, terlihat jelas rasa penasaran dan antusiasme terpancar dari wajah para siswa. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Dalam kegiatan tersebut, para personel Polsek tidak hanya menyambut secara formal, tetapi juga aktif berinteraksi dengan anak-anak. Pendekatan yang digunakan pun disesuaikan dengan usia peserta, yakni melalui komunikasi ringan, interaktif, dan penuh keakraban.
Kapolsek menjelaskan bahwa metode penyampaian materi kepada anak-anak dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami.
“Kami menyesuaikan cara komunikasi dengan anak-anak. Penyampaian dilakukan secara interaktif dan santai agar mereka merasa nyaman. Tujuannya supaya mereka bisa memahami peran polisi tanpa merasa takut,” jelasnya.
Pendekatan humanis ini menjadi poin penting dalam kegiatan tersebut. Anak-anak tidak hanya diberikan penjelasan mengenai tugas-tugas polisi, tetapi juga diajak berdialog langsung, sehingga tercipta hubungan emosional yang positif.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat hidup. Anak-anak sesekali tertawa, bercanda, bahkan berani mengajukan pertanyaan sederhana kepada para anggota polisi. Interaksi ini menjadi indikator bahwa kegiatan berhasil menciptakan rasa aman dan kedekatan.
Selain edukasi, pihak Polsek juga memberikan cendera mata kepada para siswa. Momen ini semakin menambah kegembiraan anak-anak yang hadir. Bagi mereka, pengalaman berkunjung ke kantor polisi menjadi sesuatu yang berkesan dan tidak terlupakan.
Kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter anak sejak dini. Dengan mengenal polisi sebagai sosok yang ramah dan membantu, diharapkan anak-anak tidak lagi memiliki rasa takut berlebihan terhadap aparat penegak hukum.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun kesadaran hukum di masyarakat. Edukasi sejak usia dini diyakini mampu menciptakan generasi yang lebih sadar hukum dan memiliki kepercayaan terhadap institusi negara.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah Polsek Kualuh Hulu ini mencerminkan transformasi pendekatan kepolisian yang semakin humanis dan edukatif. Tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan hubungan sosial yang kuat dengan masyarakat.
Kehadiran polisi dalam kehidupan anak-anak sebagai sosok yang ramah dan bersahabat menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Anak-anak yang tumbuh dengan pemahaman positif terhadap polisi cenderung lebih kooperatif dan memiliki kesadaran hukum yang lebih baik.
Di akhir kegiatan, sesi foto bersama menjadi penutup yang penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias berfoto bersama Kapolsek dan para personel. Momen ini menjadi simbol kedekatan yang berhasil terbangun selama kunjungan berlangsung.
Guru pendamping yang turut hadir juga menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih kontekstual bagi anak-anak.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan kepolisian semakin harmonis. Polisi tidak lagi dipandang sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra yang siap melindungi dan melayani.

Polsek Kualuh Hulu melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan humanis dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kepercayaan publik, dimulai dari generasi paling muda.
Langkah sederhana namun berdampak ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi kepolisian dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter anak, sekaligus memperkuat citra positif di tengah masyarakat.
(greg)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G