
Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Upaya penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda kembali mendapatkan sorotan positif. Kali ini datang dari peresmian Muhlas Boarding Class (MBC) yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan. Program pendidikan berbasis asrama ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan moral di tengah derasnya arus digitalisasi.
Peresmian yang berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026 tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial biasa. Momentum ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta jajaran Pemerintah Kota Surabaya. Kehadiran pejabat tinggi negara ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa inovasi pendidikan berbasis masyarakat mendapat perhatian serius di tingkat nasional.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka memberikan apresiasi terhadap kehadiran Muhlas Boarding Class.
Legislator yang akrab disapa Dokter Zuhro ini menilai, konsep boarding class bukan sekadar fasilitas pendidikan tambahan, melainkan representasi model pendidikan masa depan.
Menurutnya, kehadiran Menteri Pendidikan dan Wali Kota Surabaya dalam acara tersebut bukan hanya bentuk dukungan simbolik, tetapi juga pengakuan terhadap kualitas dan potensi program pendidikan yang dikembangkan oleh PCM Krembangan.
“Ini merupakan kado istimewa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional. Kehadiran Bapak Menteri menunjukkan bahwa Muhlas Boarding Class bukan hanya asrama biasa, tetapi sebuah prototipe pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kekuatan spiritual,” ujar dr. Zuhro.
Dalam pandangannya, tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter generasi muda di tengah lingkungan yang semakin kompleks. Ia menyoroti meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap pengaruh negatif pergaulan serta ketergantungan anak pada perangkat digital.
Kondisi ini, lanjutnya, membutuhkan solusi konkret yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari siswa. Muhlas Boarding Class hadir dengan pendekatan tersebut melalui sistem pendidikan berbasis asrama yang mengedepankan pembinaan karakter secara menyeluruh.
“Di Muhlas Boarding Class, siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga menjalani pembinaan selama 24 jam. Ini mencakup disiplin, kemandirian, hingga pembentukan etika dan akhlak. Hal-hal seperti ini sulit dicapai jika hanya mengandalkan pendidikan formal tanpa pengawasan terpadu,” jelasnya.
Sebagai politisi dari Fraksi PAN yang membidangi kesejahteraan rakyat dan pendidikan, dr. Zuhro menegaskan bahwa model pendidikan seperti ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban seperti Surabaya. Ia bahkan menyebut MBC sebagai benteng pertahanan moral bagi keluarga yang ingin memastikan anak-anak mereka tumbuh dengan nilai-nilai akhlakul karimah.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, inisiatif yang lahir dari masyarakat seperti yang dilakukan PCM Krembangan harus mendapatkan dukungan kebijakan agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami di Komisi D DPRD Kota Surabaya berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung penguatan pendidikan karakter. Apa yang dilakukan PCM Krembangan ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki kapasitas untuk menghadirkan solusi pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Acara peresmian Muhlas Boarding Class juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya, termasuk Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya serta Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah & Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan soliditas dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi masa depan.
Program boarding class sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu metode efektif dalam membentuk karakter siswa secara holistik. Dengan sistem tinggal di asrama, peserta didik tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan intensif dalam aspek spiritual, sosial, dan emosional.
Dalam konteks Muhlas Boarding Class, pendekatan tersebut dipadukan dengan nilai-nilai keislaman yang kuat, sehingga diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.
Dokter Zuhro yang juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial menyampaikan optimismenya terhadap masa depan program ini. Ia meyakini bahwa dengan dukungan lintas sektor, Muhlas Boarding Class akan menjadi pusat pembinaan generasi muda yang unggul dan berkarakter.
“Saya optimis Muhlas Boarding Class akan menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa. Di sini akan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang rendah hati dan berintegritas,” pungkasnya.
Peresmian Muhlas Boarding Class Krembangan menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus datang dari pusat. Justru dari tingkat akar rumput, lahir gagasan-gagasan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan pendekatan yang tepat, kolaborasi yang kuat, serta komitmen bersama, pendidikan karakter bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang bisa diwujudkan.
(Sigit Santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G