Warga Protes Datangi DLH, TPA Kaliwlingi Dianggap Mencemari Lahan Pertanian

Brebes, POJOKREDAKSI.COM – Keberadaan TPA Kaliwlingi mulai dikeluhkan warga, selain kapasitas TPA yang sudah overload, kini warga di sekeliling TPA mengeluhkan dampaknya, tidak di prosesnya sampah mengakibatkan beberapa persoalan baru.

Dengan tempat pembuangan sampah yang terbuka warga memprotes dan mengeluhkan keberadaan TPA Kaliwlingi. Lahan sawah yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak dapat ditanami.

TPA Yang berlokasi di Kaliwlingi disebutkan telah mencemari lahan pertanian disekitarnya. Warga yang berasal dari desa Pagejugan kedunguter Desa tengki dan Kaliwlingi medatangi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, mereka menyampaikan dampak TPA Kaliwlingi pada lahannya yang rusak, Senin (24/11/2025).

Waluya salah satu petani memiliki luas setengah bahu meminta TPA Kaliwlingi ditutup karena sudah lima tahun lahan sawahnya tidak produktif lagi.

Sementara Sahuri warga desa Kedunguter yang bertepatan di sebelah utara TPA, menyampaikan selain separoh lahannya rusak ia mengeluhkan bau yang menyengat dan air rumahnya menjadi keruh dan tidak layak dipakai.

“Air rumah seperti kecap tidak bisa dipakai, kalau begini terus, ekonomi saya terancam karena hasil panen menurun,” ungkapnya.

Selain itu Sakwid dan beberapa warga yang berada di halaman DLH menyampaikan agar TPA ditutup saja karena faktor lingkungan yang tercemari lambat atau cepat merugikan masyarakat.

“kalau hari ini tidak ada solusi kami akan datang lagi untuk demo,” ancam salah satu warga.

Baca Juga :  Pisah Sambut Dandim, Jejak Pengabdian dan Harapan Baru untuk Brebes

Warga yang datang ditemui Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan mempersilakan perwakilan masing-masing desa untuk berdialog.

Hadir dalam dialog tersebut Kepala Desa Kaliwlingi yang nampak sebagai juru bicara warga, dalam kesempatan itu menyampaikan usulan warga terkait TPA Kaliwlingi.

Warga yang yang sebagian besar petani menghendaki untuk segera dilakukan penataan keberadaan TPA agar tidak mencemari lingkungan khususnya lahan pertanian.

Untuk langkah konkrit warga meminta menindaklanjuti 3 penunjang TPA yang rusak, diantaranya
1. Bangunan Drainase saluran 400 meter diperbaiki
2. Pagar keliling yang roboh agar diperbaiki
3. Jalan menuju TPA yg rusak harus diperbaiki.

Ketiga usulan warga di jawab Kepala DLH Laode Aris Vindar Nugraha, sebelum pelantikan jabatan barunya Ia menyampaikan menerima usulan para petani. Bahkan Laode memberikan alternatif lain, yakni dengan membangun kolam retensi sebagai penunjang drainase.

“Nanti kolam tersebut dapat digunakan untuk menampung air hujan ataupun air limbah, drainase tetap dijaga dibangun diperbaiki yang 400 meter, pagarnya agar tertutup diperbaiki dengan dibuatkan alur saluran yang ke kolam dan nanti kolam berukuran besar,” jelasnya dihadapan para petani.

Menurutnya hal tersebut sudah disampaikan kepada Sekda dan Bupati.

“Ya intinya, tugasnya diberikan kepada saya, untuk segera memproses atau menindaklanjutinya dalam waktu tempo yang sesingkat-singkatnya,” tutupnya.

(Suratno)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA