
Kota Cirebon, POJOKREDAKSI.COM — Setelah bertahun-tahun tidak dapat dimanfaatkan akibat kondisi yang memprihatinkan, jembatan penghubung vital di kawasan Kriyan akhirnya kembali berfungsi. Jembatan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Gantung Kriyan kini resmi beroperasi kembali dengan nama baru: Jembatan Gantung Perintis Garuda. Peresmian dilakukan pada Senin (9/3/2026) dan menjadi momentum penting bagi kebangkitan konektivitas antarwilayah di Kota Cirebon.
Perubahan nama tersebut bukan sekadar formalitas. Pemerintah dan unsur TNI-Polri menyebutnya sebagai simbol semangat pembangunan infrastruktur sekaligus penghormatan terhadap peran perintis dalam membuka akses bagi masyarakat. Jembatan ini diharapkan menjadi penggerak baru aktivitas sosial dan ekonomi warga di dua wilayah yang sebelumnya terpisah secara akses.
Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, bersama Wakil Bupati Jawa Barat. Acara tersebut juga dihadiri berbagai pejabat penting, termasuk Wakapolda Jawa Barat, Wali Kota Cirebon, Danrem Korem 063/Sunan Gunung Jati, serta Dandim Kodim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han., dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon.
Antusiasme Tinggi Warga
Peresmian berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak pagi, ratusan warga memadati area sekitar jembatan untuk menyaksikan momen yang telah lama mereka nantikan. Banyak di antara mereka yang mengaku harus menempuh perjalanan jauh selama jembatan tidak dapat digunakan.
Kini, dengan beroperasinya kembali Jembatan Gantung Perintis Garuda, akses antarwilayah kembali terbuka. Warga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih cepat, aman, dan efisien, mulai dari bekerja, berdagang, hingga mengantar anak ke sekolah.
“Ini sangat membantu kami. Dulu harus memutar jauh, sekarang bisa langsung lewat sini,” ujar salah seorang warga yang hadir saat peresmian.
Memangkas Jarak dan Waktu Tempuh
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat strategis karena menghubungkan dua kawasan padat penduduk. Sebelum rehabilitasi, masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama dan biaya tambahan.
Dengan akses langsung yang kini tersedia, jarak tempuh antarwilayah dapat dipangkas secara signifikan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga ekonomi. Pedagang kecil, pekerja harian, dan pelajar menjadi kelompok yang paling merasakan manfaat langsung dari beroperasinya kembali jembatan tersebut.
Pemerintah daerah menilai infrastruktur sederhana seperti jembatan penghubung sering kali memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Kemudahan mobilitas dapat meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat interaksi antarwilayah.
Dorongan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Selain sebagai jalur mobilitas warga, Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas perdagangan antarwilayah diperkirakan akan meningkat seiring lancarnya arus orang dan barang.
Unsur TNI dan Polri bersama pemerintah daerah juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga tingkat masyarakat bawah.
Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum tersebut.
“Jembatan ini milik bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan fungsi jembatan sangat bergantung pada kesadaran kolektif warga, termasuk dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kapasitas penggunaan.
Harapan Besar dari Warga
Masyarakat menyambut beroperasinya kembali jembatan dengan penuh rasa syukur. Banyak warga berharap pemerintah terus melakukan pemeliharaan rutin agar fasilitas tersebut tetap aman digunakan, terutama mengingat konstruksi jembatan gantung yang membutuhkan perhatian khusus.
Ketua RW 17 Kriyan Barat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, TNI, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rehabilitasi jembatan.
“Alhamdulillah, manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Kriyan Barat. Terutama anak-anak sekolah yang sekarang punya akses lebih cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, sebelumnya para pelajar harus berangkat lebih pagi karena harus memutar jauh. Kini waktu tempuh menjadi lebih singkat sehingga aktivitas belajar tidak lagi terganggu oleh kendala transportasi.
Simbol Kolaborasi Pembangunan
Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun daerah.
Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga koordinasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Dengan kembali aktifnya jalur penghubung tersebut, kawasan sekitar diharapkan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan. Pemerintah daerah optimistis dampak positifnya akan terasa dalam jangka panjang.

Jembatan yang sempat terbengkalai kini berubah menjadi simbol harapan baru bagi warga. Selain mempercepat mobilitas, keberadaannya juga mempererat hubungan sosial antarwilayah yang sebelumnya terhambat.
Jika dirawat dengan baik, Jembatan Gantung Perintis Garuda diperkirakan akan menjadi salah satu infrastruktur vital yang menopang kehidupan masyarakat setempat selama bertahun-tahun ke depan.
(Surya Asia)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G