Mahasiswa KKN STIE YAPAN Gelar Penyuluhan Keuangan dan Media Sosial untuk UMKM di Sidoarjo

Kkn Stie yapan

SIDOARJO, POJOKREDAKSI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE YAPAN Surabaya menggelar penyuluhan mengenai manajemen keuangan serta pengenalan dan pemanfaatan media sosial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN dalam membantu pelaku UMKM agar lebih memahami cara mengelola keuangan usaha sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mengenalkan dan memasarkan produk kepada calon konsumen.

Penyuluhan berlangsung di Balai Desa Kemantren dan diikuti oleh 19 pelaku UMKM. Kegiatan dikemas dalam suasana santai dan interaktif sehingga para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi ketika menjalankan usaha.

Materi penyuluhan dibagi ke dalam dua pembahasan utama, yakni pengelolaan keuangan usaha dan pemanfaatan media sosial untuk mendukung kegiatan pemasaran UMKM.

Pada sesi pertama, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen keuangan dalam menjalankan sebuah usaha. Para pelaku UMKM diperkenalkan dengan cara sederhana untuk melakukan pencatatan terhadap pemasukan dan pengeluaran usaha.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya memisahkan uang hasil usaha dari uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Langkah sederhana tersebut dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan bisnis secara lebih jelas.

Dengan pencatatan yang dilakukan secara rutin, pelaku UMKM diharapkan dapat mengetahui berapa modal yang telah dikeluarkan, jumlah pemasukan, besarnya pengeluaran, hingga keuntungan yang diperoleh dari usaha mereka.

Baca Juga :  Bupati Samosir Sampaikan Nota Pengantar 4 Ranperda Dan KUA-PPAS APBD 2026

Pencatatan keuangan tidak harus dilakukan dengan sistem yang rumit. Melalui pencatatan sederhana dan dilakukan secara konsisten, pelaku usaha dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan bisnis yang sedang dijalankan.

Selain manajemen keuangan, mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya juga memberikan materi mengenai pengenalan serta pemanfaatan media sosial untuk membantu mempromosikan produk UMKM.

Sejumlah platform media sosial yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Dalam penyuluhan, mahasiswa menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi maupun hiburan. Platform digital tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli.

Pelaku UMKM diberikan contoh mengenai cara membuat foto dan video produk yang sederhana tetapi tetap menarik. Konten tersebut dapat digunakan untuk memperlihatkan produk secara lebih jelas sehingga calon konsumen memperoleh informasi sebelum melakukan pembelian.

Materi tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang peserta penyuluhan, Samsul, menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN.

Menurut Samsul, penyuluhan tersebut memberikan arahan yang bermanfaat bagi pelaku UMKM, khususnya dalam memahami cara memasarkan produk melalui media sosial.

“Dengan penyuluhan dari para mahasiswa ini banyak mendapat arahan mengenai hal-hal yang dapat dimasukkan ke dalam konten, seperti memperlihatkan produk, proses pembuatan, pengemasan, harga, serta informasi mengenai cara pemesanan,” ucap Samsul.

Menurutnya, pemahaman mengenai pembuatan konten dapat membantu pelaku UMKM dalam menyampaikan informasi mengenai produk kepada calon pembeli.

Sementara itu, Koordinator KKN, Yuntiani, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan karena masih terdapat pelaku UMKM yang belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan dan memanfaatkan media sosial untuk mendukung kegiatan usaha.

Baca Juga :  Kebakaran Melanda Rumah Warga di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu

“Kami berharap materi yang disampaikan bisa langsung dipraktikkan oleh para pelaku UMKM. Tidak perlu langsung membuat sesuatu yang rumit, yang penting mulai mencatat keuangan dan mencoba menggunakan media sosial untuk mengenalkan produknya,” jelas Yuntiani.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan tujuan utama kegiatan, yakni memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku UMKM dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Bagi pelaku UMKM, kemampuan mengelola keuangan dan mempromosikan produk menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha. Karena itu, mahasiswa KKN berupaya menyampaikan materi dengan pendekatan sederhana agar dapat lebih mudah dipahami dan dipraktikkan oleh peserta.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat cukup aktif mengikuti penyuluhan. Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan dan berdiskusi bersama mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan usaha maupun penggunaan media sosial sebagai sarana promosi.

Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah. Pelaku UMKM dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sementara mahasiswa memberikan arahan berdasarkan materi yang telah disiapkan dalam program kerja KKN.

Kegiatan penyuluhan akhirnya berlangsung dengan baik. Para mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh para pelaku UMKM di Desa Kemantren.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya berharap pelaku UMKM di Desa Kemantren semakin terbiasa mengatur keuangan usaha secara sederhana dan mulai memanfaatkan media sosial sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan produk.

Kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami kondisi keuangan usaha mereka. Sementara pemanfaatan media sosial diharapkan membuka peluang bagi produk lokal untuk lebih dikenal oleh calon konsumen.

Program KKN tersebut juga menunjukkan bagaimana kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat dapat diarahkan pada pemberian pengetahuan praktis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Baca Juga :  DPO Kasus Curat di Kualuh Hulu Ditangkap Tim Anti Bandit, Tuek Sempat Kabur

Dengan bekal materi yang telah disampaikan, pelaku UMKM di Desa Kemantren diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan mengelola usaha setelah kegiatan KKN berakhir.

Pengetahuan mengenai manajemen keuangan dan pemanfaatan media sosial tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk melakukan pengelolaan usaha secara lebih tertata sekaligus memperkenalkan produk mereka melalui berbagai saluran digital yang tersedia.

Dengan demikian, manfaat kegiatan penyuluhan tidak hanya dirasakan selama mahasiswa berada di lokasi KKN, tetapi juga dapat terus diterapkan oleh pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.

(Sigit Santoso)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA