
SIDOARJO, POJOKREDAKSI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yapan Surabaya memberikan pendampingan promosi kepada tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) roti goreng di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program KKN dengan fokus membantu pelaku UMKM meningkatkan pengenalan produk melalui media promosi konvensional sekaligus memanfaatkan media sosial.
Program yang dilaksanakan pada Agustus 2026 itu mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari survei kondisi usaha, pembuatan desain banner, pemasangan banner di lokasi usaha, hingga pembuatan akun TikTok sebagai sarana promosi digital.
Tiga UMKM yang mendapatkan pendampingan yakni Roti Goreng Pak Didik, Roti Goreng Pak Purnomo, dan Roti Goreng Pak Darmoko. Ketiganya merupakan pelaku usaha roti goreng yang menjalankan kegiatan usahanya di Desa Kemantren, Tulangan, Sidoarjo.
Diawali Survei Kondisi UMKM
Rangkaian kegiatan pendampingan diawali dengan survei pada 12 Agustus 2026. Mahasiswa KKN mendatangi secara langsung lokasi ketiga UMKM untuk melihat kondisi usaha sekaligus berdiskusi dengan masing-masing pemilik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menggali informasi mengenai aktivitas usaha, produk yang dijual, serta kebutuhan yang memungkinkan untuk mendapatkan dukungan melalui program KKN.
Dari hasil survei, media promosi menjadi salah satu aspek yang dinilai dapat dikembangkan. Keberadaan media promosi diharapkan dapat membantu masyarakat lebih mudah mengenali usaha dan produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM.
Mahasiswa kemudian mulai mengembangkan media promosi berupa banner untuk ketiga usaha tersebut.
Pembuatan banner dilakukan pada 15 Agustus 2026. Desain banner memuat nama usaha dan informasi mengenai produk sehingga dapat menjadi identitas sekaligus media informasi bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi usaha.
Penggunaan banner dipilih sebagai salah satu media yang relatif sederhana dan dapat dimanfaatkan secara langsung di tempat usaha. Dengan adanya identitas visual tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali keberadaan Roti Goreng Pak Didik, Roti Goreng Pak Purnomo, maupun Roti Goreng Pak Darmoko.
Dorong UMKM Manfaatkan TikTok
Selain membantu menyiapkan media promosi berupa banner, mahasiswa KKN STIE Yapan Surabaya juga mendorong pelaku UMKM mulai memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi.
Pada 18 Agustus 2026, mahasiswa membuat akun TikTok untuk dua pelaku UMKM. Akun tersebut dapat digunakan untuk mengunggah berbagai konten yang berkaitan dengan produk dan aktivitas usaha.
Konten yang dapat ditampilkan antara lain video produk, proses pembuatan roti goreng, proses pengemasan, hingga informasi mengenai cara melakukan pemesanan.
Pemanfaatan TikTok tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat di luar lingkungan sekitar tempat usaha.
Mahasiswa KKN juga memberikan contoh sederhana mengenai cara membuat konten untuk media sosial. Para pemilik UMKM diarahkan agar dapat memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai bahan konten.
Dengan cara tersebut, pelaku usaha tidak harus membuat materi promosi yang rumit. Aktivitas seperti proses produksi, pengemasan pesanan, tampilan produk, maupun kegiatan di tempat usaha dapat dikembangkan menjadi konten sederhana untuk media sosial.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada pelaku UMKM agar media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media untuk mengenalkan dan mempromosikan produk.
Banner Dipasang di Lokasi Usaha
Setelah proses pembuatan banner selesai, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan memasang banner di lokasi masing-masing UMKM pada 20 Agustus 2026.
Pemasangan banner menjadi bagian akhir dari rangkaian pendampingan promosi yang diberikan kepada ketiga pelaku usaha roti goreng tersebut.
Media promosi yang telah dibuat diharapkan dapat terus digunakan oleh para pelaku UMKM setelah program KKN selesai. Sementara akun TikTok yang telah dibuat juga dapat dikembangkan dengan mengunggah konten secara berkala sesuai dengan aktivitas usaha masing-masing.
Salah satu pemilik UMKM, Bapak Didik, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN.
Menurut Didik, keberadaan banner membuat usaha yang dijalankannya menjadi lebih mudah dikenali. Sementara pemanfaatan TikTok membuka peluang untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang.
«“Saya senang dengan adanya banner ini karena usaha kami jadi lebih mudah dikenali. Dengan adanya TikTok juga kami bisa mencoba mengenalkan produk kepada lebih banyak orang. Semoga ke depannya bisa membantu menambah pelanggan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).»
Mahasiswa Berharap Promosi Berlanjut
Koordinator KKN, Yuntiani, mengatakan pendampingan terhadap tiga UMKM roti goreng tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap perkembangan usaha masyarakat di Desa Kemantren.
Menurutnya, media promosi yang telah dibuat diharapkan tidak berhenti digunakan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN.
“Kami berharap banner dan akun TikTok yang sudah dibuat dapat terus digunakan oleh ketiga pelaku UMKM. Semoga media promosi ini bisa membantu produk mereka lebih dikenal oleh masyarakat,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan pendampingan tersebut berjalan dengan baik dan mendapat tanggapan positif dari para pelaku UMKM.
Mahasiswa KKN berharap bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para pelaku usaha, khususnya dalam mengenalkan produk kepada masyarakat.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana promosi berupa banner. Mahasiswa juga berupaya mengajak pelaku UMKM untuk mulai mengenal dan menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi pengenalan produk.
Bagi pelaku UMKM, keberadaan media promosi menjadi salah satu bagian penting untuk memperkenalkan identitas usaha dan produk kepada calon konsumen. Sementara media sosial memberikan ruang promosi yang dapat dimanfaatkan dengan konten sederhana dan aktivitas usaha sehari-hari.
Melalui pendampingan tersebut, tiga UMKM roti goreng di Desa Kemantren kini mendapatkan tambahan media promosi berupa banner, sementara dua pelaku UMKM juga memperoleh akun TikTok yang dapat dikembangkan sebagai sarana pemasaran digital.
Dengan adanya dua pendekatan tersebut, mahasiswa KKN STIE Yapan Surabaya berharap Roti Goreng Pak Didik, Roti Goreng Pak Purnomo, dan Roti Goreng Pak Darmoko memiliki sarana promosi yang dapat terus dimanfaatkan untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pendampingan UMKM tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang kompleks. Penyediaan identitas usaha melalui banner dan pengenalan media sosial sebagai sarana promosi dapat menjadi langkah sederhana yang membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas produknya.
Keberlanjutan penggunaan media promosi tersebut selanjutnya berada di tangan masing-masing pelaku UMKM. Dengan konsistensi dalam menggunakan banner serta mengembangkan konten TikTok, diharapkan promosi produk roti goreng dari Desa Kemantren dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
(Sigit Santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G