Ad Widget

Yohanes Handojo Budhisedjati: Rekpol Wadah Pembekalan Bagi Kader-Kader Voxian

Ad Widget

Jakarta, Pojokredaksi.com – Organisasi Katolik Vox Populi Institute Indonesia atau Vox Point Indonesia melaksanakan Rekoleksi Politik (Rekpol) Tahap 1 Angkatan 9 yang dimulai sejak Jumat hingga Minggu (13-15) November 2020.

Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati menjelaskan Vox Point Indonesia merupakan organisasi yang memiliki keprihatinan dan perhatian khusus terhadap kader Katolik. Rekoleksi Politik diselenggarakan dengan bertujuan memberikan pembekalan kepada kader-kader Katolik terutama para Voxian.

“Sasaran Rekoleksi Politik ini adalah warga Katolik baik kaum muda maupun dewasa, yang aktif dalam dunia politik maupun birokrasi pemerintahan di pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, maupun civil society,” kata dia.

Selain itu dengan Rekoleksi Politik ini peserta tidak akan alergi dengan politik. Sebaliknya menyadari sebagai sebuah panggilan atau menjadi medan kerasulan awam katolik sebagaimana ditegaskan Magisterium Gereja yakni Sri Paus Yohanes Paulus II dalam Ensiklik Christi Fideles Laici.

“Ensiklik itu memerintahkan agar kaum muda atau siapapun yang memiliki bakat dan kemauan di bidang politik, wajib didampingi atau diberi pembekalan untuk memahami makna politik, memiliki keteguhan spiritualitas dan Integritas diri serta siap memberikan darma baktinya untuk Gereja dan Bangsa,” tuturnya.

Ia menambahkan Rekpol telah berlangsung secara bertahap yakni tahap 1 sembilan angkatan dan tahap 2 empat angkatan. Menurutnya Rekoleksi kali ini berbeda dengan tahap sebelumnya karena dijalankan di tengah pandemi Corona (Covid-19).

“Kali ini Rekpol dijalankan secara daring dimana para peserta terlibat melalui Zoom. Covid-19 telah membatasi segalanya namun dengan penuh semangat peserta dapat menjalankan sesuai dengan harapan,” kata dia.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi Vox Point Indonesia, Monica K. Joseph menjelaskan Rekpol Tahap 1 Angkatan 9 Vox Point Indonesia telah dijalankan dengan lancar. Monika membeberkan kegiatan ini ternyata mendapat respon yang baik dari para peserta. Hal itu terbukti dengan aktifnya para peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan ini.

“Yang mendaftar dalam kegiatan ini lebih dari 100 orang. Meskipun dijalankan secara daring, kegiatan berlangsung dengan lancar terbukti dengan tidak berkurangnya para peserta setiap sesi,” kata Monic.

Para Narasumber dan Peserta Rekoleksi Politik Vox Point Imdonesia

Ia menambahkan antusiasme para peserta juga karena para pembicara yang sangat mumpuni di dalam bidangnya. Ia mengaku pihaknya mengundang pembicara mulai dari rohaniwan, akademisi hingga pengamat politik yang telah malang melintang di bidangnya masing-masing.

“Materi yang disajikan oleh para Narasumber yang kompeten sangat memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada para peserta. Hal tersebut terlihat dari animo peserta yang dengan antusias menanggapi seluruh Narasumber,” bebernya.

Monic mengharapkan dengan terlaksananya Rekoleksi Politik oleh Bidang Kaderisasi Vox Point Indonesia akan membawa manfaat besar baik untuk peserta maupun untuk Gereja dan bangsa. “Semoga dengan Rekpol ini peserta tidak alergi lagi dengan politik melainkan terlibat langsung di dalam masyarakat di mana saja mereka berkarya,” harap Monic.

Adapun narasumber adalah Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisejati, Gories Lewoleba (Jubir dan Dewan Pakar Vox Point Indonesia), Romo Rofinus Neto Wuli (Pastor Moderator Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia), Paulus Krissantono (Tokoh Katolik Senior), Prof. AB Susanto (Dewan Pengawas Vox Point Indonesia).

Kemudian Romo Paulus Christian Siswantoko, Pr (Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI), Eduard Lemanto (Pengamat Politik), Ray Rangkuti (Pengamat politik) dan Romo Agustinus Ulahayanan, Pr (Imam Keuskupan Amboina dan Mantan Sekretaris Komisi Hubungan Antar Umat Beragama KWI).

Abet Theresia

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Ad Widget

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *