Ops Gaktibplin Polres Labusel Temukan Pelanggaran Sikap Tampang

Ops Gaktibplin

Labuhanbatu Selatan, POJOKREDAKSI.COM — Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Labuhanbatu Selatan menggelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Ops Gaktibplin) terhadap personel pada Senin pagi, 6 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Labuhanbatu Selatan itu menjadi bagian dari langkah internal untuk memastikan seluruh anggota tetap menjaga disiplin, penampilan, serta kepatuhan terhadap aturan kedinasan.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasipropam AKP D P Tarigan bersama Kanit Provos IPTU Zulkarnaen Batubara, S.H., dan jajaran personel Sipropam.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan sasaran utama pada aspek yang selama ini menjadi indikator dasar kedisiplinan personel, mulai dari sikap tampang, kelengkapan identitas diri, hingga pengecekan terkait potensi pelanggaran lain yang dinilai dapat mencoreng institusi.

Sejak kegiatan dimulai di lapangan apel pada pagi hari, tim Sipropam bergerak cepat melakukan pemeriksaan satu per satu terhadap anggota. Fokus awal diarahkan pada kondisi fisik dan penampilan personel, seperti kerapian rambut, kumis, dan jenggot. Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penegasan bahwa anggota Polri wajib menampilkan sikap profesional, termasuk dari hal-hal mendasar yang terlihat secara kasatmata.

Tak hanya itu, pemeriksaan juga menyasar kelengkapan administrasi pribadi yang wajib dibawa saat bertugas. Dokumen seperti Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C, serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) turut dicek dalam kegiatan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel mematuhi ketentuan administrasi yang menjadi bagian dari kewajiban individu sebagai anggota kepolisian.

Dalam pelaksanaannya, Sipropam juga melakukan pengecekan terhadap potensi keterlibatan anggota pada aktivitas yang dilarang, termasuk penggunaan aplikasi yang mengarah pada judi online. Selain itu, pemeriksaan turut menyentuh barang-barang yang dapat mengindikasikan gaya hidup hedonisme, sebuah perhatian yang belakangan menjadi bagian penting dalam pengawasan internal kepolisian. Langkah ini menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya difokuskan pada penampilan luar, tetapi juga perilaku dan pola hidup personel yang harus sejalan dengan etika aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Aktivis Silampari Ultimatum Kejari: Jangan 'Masuk Angin' Tangani Kasus Korupsi DLH!

Ops Gaktibplin

Pemeriksaan berlangsung secara intensif dan terarah. Lima menit setelah kegiatan dimulai, fokus pengecekan semakin dipertegas pada aspek sikap tampang dan kelengkapan dokumen, termasuk pemeriksaan penggunaan aplikasi yang berpotensi berkaitan dengan judi online.

Dari hasil operasi yang berakhir sekitar pukul 08.35 WIB itu, petugas menemukan masih adanya sejumlah personel yang melanggar ketentuan, terutama dalam hal sikap tampang yang dinilai tidak rapi.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti di lokasi kegiatan. Kasipropam memberikan teguran lisan kepada personel yang dinilai belum memenuhi standar kedisiplinan, disertai tindakan fisik sebagai bagian dari pembinaan. Teguran itu juga dibarengi penekanan agar seluruh anggota Polres Labuhanbatu Selatan senantiasa menjaga penampilan, menaati aturan berpakaian dinas, serta melengkapi identitas diri setiap kali menjalankan tugas.

Langkah pembinaan di tempat ini memperlihatkan bahwa tujuan utama Ops Gaktibplin bukan semata mencari kesalahan, melainkan membangun budaya disiplin yang konsisten di lingkungan internal kepolisian. Disiplin yang dimaksud mencakup kepatuhan terhadap aturan kecil hingga pencegahan terhadap pelanggaran yang lebih serius. Dalam konteks institusi penegak hukum, standar semacam ini dinilai penting karena anggota Polri merupakan figur yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Sujono, menegaskan bahwa Ops Gaktibplin merupakan kegiatan rutin yang bertujuan menjaga profesionalisme dan integritas anggota Polri. Menurutnya, disiplin internal menjadi fondasi utama agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Disiplin adalah cerminan jati diri anggota Polri. Hal-hal kecil seperti kerapian dan kelengkapan identitas merupakan bentuk tanggung jawab terhadap institusi dan masyarakat,” ujar AKP Sujono.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penampilan rapi dan kepatuhan administratif bukan perkara sepele di tubuh kepolisian. Keduanya dipandang sebagai representasi langsung dari kesiapan anggota dalam menjalankan tugas serta menjaga marwah institusi. Dalam praktiknya, masyarakat sering kali menilai profesionalisme aparat dari hal-hal mendasar, termasuk cara berpakaian, kerapian, dan kesiapan identitas saat bertugas.

Baca Juga :  Hari Kedua Pendaftaran KPUD Labusel Menerima Calon Bupati Ari-Azwar

AKP Sujono juga menambahkan bahwa pengawasan internal akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan ini tidak hanya difokuskan pada disiplin harian, tetapi juga diarahkan untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran lain, termasuk praktik judi online maupun gaya hidup yang tidak sesuai dengan etika aparat penegak hukum.
Dengan demikian, pengawasan internal menjadi instrumen penting untuk menutup celah pelanggaran sejak dini.

Upaya semacam ini dinilai strategis karena tantangan yang dihadapi institusi kepolisian saat ini tidak hanya berkaitan dengan tugas di lapangan, tetapi juga menyangkut integritas personal setiap anggota. Ketika pengawasan berjalan konsisten, potensi pelanggaran bisa ditekan dan kualitas pelayanan publik berpeluang semakin meningkat. Sebaliknya, kelalaian terhadap disiplin dasar dapat berdampak pada citra institusi secara lebih luas.

Ops Gaktibplin yang digelar Sipropam Polres Labuhanbatu Selatan pada Senin pagi itu juga memperlihatkan pesan kuat bahwa pembenahan internal harus dilakukan terus-menerus. Ketegasan terhadap pelanggaran, meski dalam bentuk yang terlihat sederhana seperti sikap tampang, menjadi bagian dari pembinaan menyeluruh agar anggota tetap berada pada koridor aturan. Hal itu penting untuk membentuk kultur kerja yang tertib, profesional, dan bertanggung jawab.

Bagi Polres Labuhanbatu Selatan, kegiatan ini menjadi salah satu cara menjaga standar kedisiplinan personel sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. Masyarakat tentu berharap aparat yang bertugas di lapangan tidak hanya sigap dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menunjukkan keteladanan dari sisi perilaku dan kepatuhan internal.

Ops Gaktibplin

Dengan adanya Ops Gaktibplin tersebut, seluruh personel diharapkan semakin meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Penampilan yang rapi, identitas yang lengkap, serta perilaku yang sesuai etika profesi menjadi elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab seorang anggota Polri.

Baca Juga :  Paket OASE Memutuskan untuk Tidak Mengikuti Kontestasi Pilgub NTT 2024-2029

Pada akhirnya, pembinaan yang konsisten diyakini akan berdampak pada terjaganya integritas institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian di Labuhanbatu Selatan.

(Nurhabibah)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA