
Musi Rawas, POJOKREDAKSI.COM – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas resmi menghibahkan lahan seluas 56 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 947/Pangeran Amin. Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Lahan yang dihibahkan tersebut berada di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki posisi yang strategis dan mendukung mobilitas operasional satuan militer ke depan.
Penandatanganan hibah tanah dilakukan oleh Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M, bersama Sekretaris Daerah Musi Rawas, Drs H Ali Sadikin, M.Si.
Prosesi ini turut disaksikan oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A serta Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud dan Wakil Bupati H Suprayitno, SH, pada Selasa (7/4/2026).
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam realisasi pembangunan Yonif TP 947/Pangeran Amin yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pertahanan sekaligus mendukung stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Musi Rawas.
Peninjauan Lokasi Jadi Sorotan
Sebelum prosesi penandatanganan hibah, Bupati Musi Rawas bersama Pangdam II Sriwijaya terlebih dahulu melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang akan dibangun Yonif TP 947/Pangeran Amin.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam menerima pemaparan detail mengenai kondisi lahan, batas wilayah, serta rencana pengembangan kawasan militer ke depan. Peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan lahan dari sisi teknis maupun strategis.
Tidak hanya itu, Pangdam II Sriwijaya juga melakukan inspeksi terhadap lokasi eksisting yang berkaitan dengan satuan Yonif TP 947/Pangeran Amin. Seluruh blok kawasan ditinjau secara menyeluruh guna memastikan kesiapan fasilitas dan kebutuhan pengembangan ke depan.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan batalyon tidak dilakukan secara seremonial semata, melainkan melalui kajian lapangan yang matang dan berbasis kebutuhan riil.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
Dalam keterangannya kepada media, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menjadi faktor kunci dalam percepatan pembangunan Yonif TP 947/Pangeran Amin.
Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah yang dinilai sangat proaktif dalam mendukung kebutuhan TNI di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati dan seluruh jajaran yang telah membantu. Yonif TP 947/Pangeran Amin ini sangat luar biasa dan menjadi kebanggaan bagi prajurit,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran batalyon ini tidak hanya berdampak pada aspek pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi keamanan maupun pembangunan sosial.
Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas wilayah yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Fokus pada Kesiapan Infrastruktur dan Operasional
Meski secara umum kondisi lokasi dinilai baik, Pangdam II Sriwijaya menyoroti beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait lingkungan dan fasilitas pendukung.
Ia menekankan pentingnya peningkatan sarana operasional, khususnya kendaraan dinas, guna mendukung mobilitas komandan satuan di lapangan.
Menurutnya, kecepatan mobilitas sangat krusial, terutama dalam situasi darurat atau ketika TNI harus membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan kondisi tertentu.
“Yang perlu ditambah mungkin bantuan operasional kendaraan, sehingga komandan kodim dan batalyon bisa lebih cepat dalam mobilitas saat membantu pemerintah daerah,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan batalyon tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga kesiapan operasional yang menjadi faktor penentu efektivitas satuan di lapangan.
Antisipasi Karhutla Jadi Prioritas
Selain aspek pertahanan, Pangdam juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang musim kemarau.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP 947/Pangeran Amin nantinya diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tersebut.
“Sebentar lagi kita memasuki musim kemarau, kita harus mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa fungsi batalyon tidak hanya terbatas pada tugas militer konvensional, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membantu penanganan bencana dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dampak Jangka Panjang untuk Daerah
Pembangunan Yonif TP 947/Pangeran Amin diyakini akan memberikan dampak jangka panjang bagi Kabupaten Musi Rawas. Selain memperkuat sistem pertahanan, keberadaan satuan militer ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Aktivitas pembangunan, kebutuhan logistik, hingga interaksi sosial antara prajurit dan masyarakat diyakini akan menciptakan efek multiplier yang signifikan.
Di sisi lain, peningkatan keamanan wilayah juga menjadi faktor penting dalam menarik investasi dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Langkah hibah lahan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam mendukung program strategis nasional, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan.
Dengan dihibahkannya lahan seluas 56 hektare, pembangunan Yonif TP 947/Pangeran Amin kini memasuki tahap yang lebih konkret. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan TNI menjadi modal utama dalam merealisasikan proyek ini.
Ke depan, keberadaan batalyon ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kekuatan pertahanan, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan stabilitas wilayah di Musi Rawas dan sekitarnya.
(Vhio)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G