
Kota Cirebon, POJOKREDAKSI.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan lingkungan terus digencarkan di tingkat kelurahan. Kali ini, Babinsa Kelurahan Pekiringan, Sertu Engkus Kusnandar, mengambil langkah konkret dengan menggandeng masyarakat melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang digelar pada Senin (20/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Pekiringan, Jalan Arya Kemuning No. 85, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Ketua RW 05 dan Ketua RW 07, serta unsur Bhabinkamtibmas yang turut memperkuat koordinasi lintas sektor.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat tantangan keamanan lingkungan dan kebutuhan pangan masyarakat semakin kompleks. Dalam forum tersebut, Sertu Engkus Kusnandar menegaskan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat sebagai fondasi utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang kuat akan menciptakan ketahanan wilayah yang lebih solid,” ujarnya di hadapan peserta yang hadir.
Menurutnya, komunikasi yang intensif antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. Dengan begitu, langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga risiko konflik sosial maupun gangguan ketertiban dapat diminimalkan.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, kegiatan komsos tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal. Dalam hal ini, Sertu Engkus secara khusus mendorong agar Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Pekiringan dapat kembali diaktifkan.
Ia menilai, keberadaan KWT memiliki peran vital dalam mendukung ketersediaan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Aktivitas pertanian skala rumah tangga, seperti pemanfaatan lahan pekarangan, dinilai mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pangan.
“Kami berharap KWT dapat kembali aktif. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga dan wilayah,” tegasnya.
Dorongan ini sejalan dengan berbagai program pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan. Di tengah dinamika global yang mempengaruhi sektor pangan, peran masyarakat menjadi semakin penting untuk menjaga ketersediaan dan akses terhadap bahan pangan.
Sertu Engkus juga menekankan bahwa penguatan KWT tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial. Kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pemberdayaan perempuan, meningkatkan keterampilan, serta mempererat solidaritas antarwarga.
Di sisi lain, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen aparat dalam membangun kolaborasi yang lebih luas. Pendekatan humanis melalui dialog langsung dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Para tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif inisiatif yang dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan keamanan dan kesejahteraan warga.
Ketua RW 05, misalnya, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal. Ia juga menilai bahwa revitalisasi KWT merupakan langkah tepat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Hal senada disampaikan Ketua RW 07 yang menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengoordinasikan warga untuk mengaktifkan kembali kegiatan KWT di wilayahnya. Ia optimistis, dengan dukungan aparat dan partisipasi masyarakat, program tersebut dapat memberikan dampak nyata.
“Kami siap mendukung penuh. Ini peluang baik untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mempererat kebersamaan warga,” ujarnya.
Kegiatan komsos seperti ini dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat. Selain menjadi sarana penyampaian informasi, forum tersebut juga membuka ruang dialog yang konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat lokal.
Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan setiap potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani secara bersama-sama. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Lebih jauh, sinergi antara aparat dan masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam aspek ekonomi dan sosial.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, pendekatan kolaboratif seperti ini menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh. Peran aktif seluruh elemen, mulai dari aparat, tokoh masyarakat, hingga warga, menjadi faktor penentu keberhasilan program.
Dengan digelarnya kegiatan komsos ini, Kelurahan Pekiringan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan program keamanan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari strategi pembinaan wilayah. Dengan demikian, hubungan antara aparat dan masyarakat semakin erat, dan berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui kolaborasi yang solid, tujuan menciptakan lingkungan yang aman, sejahtera, dan mandiri bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
(Surya Asia)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G