
Surabaya, POJOKREDAKSI.COM. – Keamanan hunian vertikal menjadi isu penting di kota besar seperti Surabaya. Rusunawa Benowo Pakal kini mencatat sejarah sebagai rusun pertama di Surabaya yang menerapkan sistem akses berbasis kartu (access card) untuk mengantisipasi aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang akhir-akhir ini semakin marak.
Langkah inovatif ini bukan sekadar teknologi modern, tetapi juga bukti kolaborasi warga dan pemerintah kota dalam menjaga aset publik.
Fenomena curanmor di Surabaya bukan hal baru. Dalam satu bulan terakhir, Rusunawa Benowo Pakal tercatat mengalami dua kali aksi pencurian motor.
Kekhawatiran itu memunculkan ide untuk membatasi akses masuk dan keluar penghuni serta orang luar menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification).
Sistem ini memungkinkan pintu gerbang hanya terbuka jika kartu yang terdaftar di database resmi dikenali oleh mesin reader, sehingga keamanan menjadi lebih terukur dan terpantau.
M. Taufik, mewakili Ketua Paguyuban Rusun Benowo Pakal, menjelaskan, “Warga penghuni hanya perlu mendekatkan kartu ke reader. Jika nomor ID terdaftar, kunci magnetik akan memutus arus listrik beberapa detik sehingga pintu dapat dibuka. Sistem ini mempermudah akses sekaligus menjaga keamanan.”
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pola keamanan tradisional. Tidak lagi hanya mengandalkan penjaga malam, rusun kini mengintegrasikan teknologi digital untuk memastikan keselamatan kendaraan dan penghuni.
“Kami sudah melakukan jaga malam secara bergantian selama tiga tahun. Dengan access card, pengawasan bisa lebih efisien dan sistematis,” tambah Taufik.
Inisiatif ini juga menunjukkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan mereka. Hariyanto, salah satu pengurus rusun, menegaskan bahwa pemasangan access card lahir dari pengalaman pahit akibat maraknya curanmor.
“Rusun menjadi sasaran empuk bagi pelaku ranmor. Kami meminta Dinas DPRKPP untuk membuat pagar baru dan sepakat memasang access card agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Aspek pendanaan pun menjadi bukti solidaritas warga. Seluruh biaya pembelian kartu ditanggung swadaya warga, sementara pembangunan pintu gerbang mendapat dukungan dari Dinas DPRKPP.
“Ini untuk kepentingan bersama. Setelah terpasang, warga diharapkan dapat menjaga dan merawat sistem ini,” kata Hariyanto.
Tidak hanya berfungsi sebagai alat pengaman, sistem access card juga menghadirkan efek jera bagi pelaku kriminal. Dengan catatan elektronik yang merekam setiap aktivitas kartu, pihak keamanan dapat melakukan monitoring secara real-time.
Hal ini menambah lapisan keamanan yang sebelumnya tidak tersedia pada sistem tradisional.
Opini publik menunjukkan bahwa teknologi dan partisipasi warga adalah kombinasi ideal dalam menciptakan lingkungan yang aman. Rusun Benowo Pakal menjadi contoh konkret bagaimana inovasi sederhana dapat mencegah kejahatan.
Dari perspektif urban planning, penggunaan access card pada hunian vertikal bisa menjadi model keamanan untuk rusun lain di Surabaya, bahkan di kota besar lainnya di Indonesia.
Selain meningkatkan keamanan, langkah ini juga mendorong kesadaran digital warga. “Harapannya, ini bisa menjadi contoh bagi rusun lain. Sistem access card membuat pengelolaan keamanan lebih profesional dan efisien,” tutur Hariyanto.
Penerapan teknologi keamanan di Rusun Benowo Pakal menunjukkan bahwa kolaborasi antara warga, pengurus rusun, dan pemerintah daerah bukan hanya retorika, tetapi implementasi nyata.
Keberhasilan sistem ini membuktikan bahwa pencegahan curanmor bisa dilakukan lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi dan partisipasi aktif komunitas.
Dengan sistem yang kini berjalan, pertanyaannya adalah: apakah rusun lain di Surabaya akan mengikuti jejak Rusun Benowo Pakal? Jika iya, potensi pengurangan kasus curanmor bisa signifikan.
Pengalaman ini bisa menjadi studi kasus yang layak dijadikan benchmark keamanan hunian vertikal di kota-kota besar Indonesia.

Sementara itu, dari sisi keamanan publik, langkah ini dapat menjadi model baru bagi pengelola hunian massal, di mana keamanan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi sistem dan komunitas. Dengan adanya data digital dari sistem access card, pengawasan menjadi lebih akurat, dan potensi kejahatan dapat ditekan sejak dini.
Di era urbanisasi cepat, inovasi keamanan seperti ini bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Rusun Benowo Pakal telah menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja sama, masalah klasik seperti curanmor dapat ditangani secara modern, efektif, dan berkelanjutan.
Kini, Rusun Benowo Pakal bukan hanya sekadar hunian, tetapi simbol keamanan digital pertama di Surabaya, yang menggabungkan teknologi, solidaritas warga, dan dukungan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar—contoh nyata bahwa inovasi dalam keamanan perkotaan tidak harus rumit, tetapi harus tepat sasaran dan partisipatif.
(Sigit santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G