KH. Syahtori Pahlawan Asli Brebes Diusulkan Menjadi Nama Rumah Sakit Daerah

​Brebes, POJOKREDAKSI.COM – Perjuangan dan pengorbanannya diawal kemerdekaan banyak dikenang, di dua momen penting Kabupaten Brebes namanya selalu melintas dalam ingatan warga Brebes, disetiap perayaan hari jadi Brebes dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. K.H. Syahtori Bupati Brebes pahlawan dan pejuang yang gugur di tangan tentara Belanda.

Pada masa itu Brebes menjadi pelopor program Wajib Bela Umum (WBU) atau wajib militer (Wamil) pertama di Indonesia yang diinisiasi Bupati Brebes pada tahun 1948 di Banjarharjo. WBU ini disebut sebagai cikal bakal Wajib Militer (Wamil) pada Orde Baru. Ratusan pemuda yang dilatih oleh Tentara Banteng Rider (Diponegoro dan Siliwangi) terlibat langsung dalam Perang Kobokan melawan Belanda sekitar tahun 1947–1948.

Sosialisasi Nasionalisme Kebangsaan Menggali dan mendokumentasikan Sejarah Perjuangan Lokal disampaikan Dulhadi Ketua DPC Garda Muda 45, Senin (17/11/2025).

Dulhadi mengisahkan bahwa K.H. Syahtori menjabat sebagai Bupati Brebes pada masa genting kemerdekaan, sekitar tahun 1946–1947.

Dimana Brebes sempat mengalami dualisme pemerintahan yang berjalan bersamaan antara Pemerintahan Belanda dan Pemerintahan Indonesia yang sah di bawah kepemimpinan K.H. Syahtori.

Akhirnya perjuangannya harus berakhir tragis setelah diburu oleh tentara Belanda.
​Pelarian dan Pemerintahan Darurat Untuk menghindari penangkapan Belanda yang menguasai Pendopo Kabupaten, K.H. Syahtori dan jajarannya sempat melarikan diri ke Desa Kerasak. Demi mengamankan diri, pusat pemerintahan sementara bahkan sempat dipindahkan ke sebuah pendopo di Desa Ciputih, Salem.

Baca Juga :  HUT Brebes ke-348, Iwanuddin Iskandar Tegaskan Dukungan untuk Brebes Beres

K.H. Syahtori akhirnya tertangkap di tengah jalan. Beliau kemudian diarak, diseret, dan dibawa ke wilayah Soggom. Di lokasi ini, beliau dieksekusi mati dengan cara diberondong tembakan oleh tentara Belanda.

Jasad K.H. Syahtori dibuang ke Sungai Kali Pemali dan baru ditemukan tiga hari kemudian setelah terdampar di wilayah Tenki. Jasad beliau kemudian diangkat dan dimakamkan secara layak oleh masyarakat Tengki dan Tentara Hizbullah. ​”Di Soggom itu Kiai Haji Syahtori itu dieksekusi. Diberondong sampai jasadnya dibuang di Kalipemali. … Akhirnya terdampar di wilayah Tenki,” terang Mas Dulhadi.

​Melihat pengorbanan K.H. Syahtori yang sangat besar, Garda Muda 45 bertekad untuk mengusulkan penghargaan yang setara dengan jasa-jasanya.

​Usulan utama adalah mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes menjadi RSUD K.H. Syahtori, sejajar dengan penamaan fasilitas publik untuk pahlawan lokal lainnya.
​
Sebagai langkah awal, pada Hari Jadi Kabupaten Brebes di bulan Januari 2026, DHC dan BUMG berencana mengadakan acara napak tilas menyusuri rute perjuangan pemerintahan K.H. Syahtori.

​”Pahlawan asli Brebes adalah K.H. Syahtori. … K.H. Syahtori itu kelas pahlawan bupati,” pungkas Mas Dulhadi, berharap dukungan penuh semua pihak agar sejarah heroik ini terus dikenang dan dihormati oleh generasi mendatang.

(Suratno)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA