
Medan, POJOKREDAKSI.COM – Tepat setahun sudah roda pemerintahan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Surya memimpin Provinsi Sumatera Utara.
Memasuki usia kepemimpinan yang pertama ini, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Sumatera Utara, Parulian Silalahi menyampaikan apresiasi dan pandangan kritisnya atas kinerja pasangan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.
Pemuda Katolik Sumut menilai bahwa di tengah berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga persoalan birokrasi, pasangan Bobby-Surya menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan “Sumut Berkah” yang mereka canangkan.
Apresiasi ini didasarkan pada sejumlah data dan kebijakan strategis yang berhasil diimplementasikan sepanjang tahun pertama pemerintahan mereka. Minggu, (22/2/2026).
Pencapaian paling menonjol yang diapresiasi Pemuda Katolik adalah kepemimpinan Bobby-Surya dalam menghadapi bencana dan keberpihakan pada korban banjir dan longsor dahsyat pada November 2025 silam.
Bencana yang tercatat sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir ini menjadi ujian pertama yang berat bagi gubernur termuda se-Indonesia tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat tidak hanya dalam evakuasi, tetapi juga dalam pemulihan pascabencana. Langkah-langkah strategis yang diapresiasi antara lain:
merekomendasikan penutupan perusahaan yang terindikasi merusak hutan dan lingkungan, seperti PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang resmi ditutup pemerintah pusat pada 11 Desember 2025.
Pemprov Sumut segera merealisasikan pembangunan seribu unit hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Kebijakan pembebasan biaya sekolah bagi siswa SMA/SMK dan SLB di wilayah terdampak bencana untuk tahun ajaran 2026/2027 dengan anggaran Rp.22 miliar menjadi bukti keberpihakan pada masa depan generasi muda penyintas bencana.
Parulian juga menambahkan, di luar penanganan bencana, program unggulan yang berhasil direalisasikan adalah Universal Health Coverage (UHC) atau program berobat gratis (Probis).
Dibawah kepemimpinan Bobby-Surya, warga Sumut cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan. Komitmen ini membuahkan hasil manis. Pemprov Sumut berhasil meraih penghargaan UHC Award kategori Pratama dari pemerintah pusat yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Ini membuktikan bahwa janji kampanye dapat diwujudkan sebelum dua tahun masa jabatan.
Pemuda Katolik Komda Sumut juga mencatat langkah tegas pemerintah daerah dalam memerangi narkoba. Menjelang satu tahun kepemimpinan, pada Agustus 2025, Pemprov Sumut di bawah komando Bobby-Surya bertindak tegas menutup tempat hiburan malam yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba, seperti pembongkaran tempat hiburan malam Marcopolo.
Apresiasi juga diberikan atas perhatian serius terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. Pemerintah provinsi menyusun kebijakan tematik menuju “Nias Maju 2029” dengan spesialisasi wilayah: Gunungsitoli sebagai hub ekonomi dan logistik, Nias Selatan sebagai destinasi wisata budaya, dan wilayah lainnya sebagai zona produksi.
Menutup pernyataannya, Parulian menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik dan anggaran, tetapi juga dari bagaimana birokrasi mampu menjadi ruang dialog yang sehat.
Organisasi kepemudaan ini berharap agar Gubernur Bobby Nasution dapat terus mengkonsolidasikan birokrasi dengan pendekatan yang lebih meritokratis dan inklusif.
“Dengan capaian nyata seperti UHC, penanganan bencana, dan pembangunan Nias, kami melihat visi ‘Sumut Berkah’ mulai terasa. Kami berharap Pak Bobby dan Pak Surya dapat menjaga konsistensi ini, sekaligus membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan seluruh elemen, termasuk pemuda, untuk bersama-sama membangun Sumatera Utara yang lebih maju dan berkeadaban,” ungkap Parulian.
(IZ/Red)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G