Ad Widget

Jalinsum Aek Nabara Desa Perbaungan Banjir Setinggi 50 CM dan Menyebabkan Macet Sepanjang 7 KM

Ad Widget

Labuhanbatu, POJOKREDAKSI.COM – Hujan lebat yang mengguyur Kota Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Senin (16/8/2021) dalam kurun waktu kurang lebih 6 Jam tanpa henti, membuat sejumlah kawasan pemukiman masyarakat Kota Aek Nabara, tergenang air.

Genangan air setinggi 50 cm di Jalanlintas Sumatera Aek Nabara, Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, hingga mengakibatkan kemacetan sepanjang 7 KM.

Agung Pranata, warga Dusun Cinta Makmur, Desa Pondok Batu, yang akan kembali ke rumahnya harus tertahan dilokasi banjir karena tidak bisa melintas akibat ketinggian air yang mencapai jok motornya.

“Gak berani melintas pak, ungkapnya kepada awak media ini, “Agung juga menambahkan bahwa genangan airnya tinggi sekali selain itu arus juga cukup deras jadi berat mendorongnya,” ucap Agung.

Sementara itu Hartono, salah seorang karyawan BUMN yang berada di kawasan Kota Aek Nabara, mengatakan bahwa hujan deras turun sejak pukul 22.30 Wib sampai dengan pukul 06.30 Wib, sehingga menyebabkan genangan air yang banyak dan air dari paret aliran sungai Tali Horan Aek Nabara meluap setinggi 50 cm.

“Intensitas hujan memang terlalu tinggi, dan drainase di kawasan itu juga tidak baik hingga membuat air meluber ke jalan, ditambah paret aliran sungai talihoran aek nabara, yang ada dilokasi itu sudah dipenuhi air dan terjadi pendangkalan, akibatnya ada jalan sepanjang 300 meter yang tergenang setinggi 50 sampai 80 cm,” kata Hartono.

Hartono, juga menyebutkan bahwa lokasi yang tergenang tersebut adalah cekungan, sementara drainase yang mengarah ke sungai tumpat,” jelas Hartono.

Sementara itu selain menggenang di Jalan Lintas Sumatera Aek Nabara, Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, genangan air juga terlihat menggenangi sekitar Kota Aek Nabara, Desa Emplasmen, Desa Pondok Batu dan Desa Sidorukun, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Kemacetan panjang pun terjadi hingga mencapai 7 KM, karena bertepatan dengan waktu istirahat bekerja. Beberapa pengendara motor memilih menunggu air surut di sisi jalan hingga sampai berita ini di terbitkan, para masyarakat pengguna Jalinsum Aek Nabara Desa Perbaungan, takut kendaraan mereka mogok terendam banjir.

Pantauan awak media di lokasi banjir, tampak beberapa personil Polres Labuhanbatu sedang mengatur kemacetan yang terjadi sebelum adanya petugas di lapangan. Namun sangat di sayangkan untuk petugas BPBD Kabupaten Labuhanbatu dan Pemerintah setempat pada Senin (16/8/2021) sekira pukul 11.20 Wib, belum tampak di lokasi untuk membantu masyarakat yang terjebak pada banjir tersebut.

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Ad Widget

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *