Mengaku Tangan Kanan Walikota Surabaya dan Kader PDIP Belasan UMKM Sememi Tertipu Ratusan Juta, Ketua DPC PDIP Surabaya : Dia Bukan Kader PDIP

Surabaya, POJOKREDAKSI.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surabaya beri tanggapan atas kasus penipuan yang menimpa belasan UMKM Di Sememi yang merugikan para UMKM ratusan juta rupiah dengan modus pinjaman online ( pinjol ) dan mengaku sebagai tangan kanan Walikota Surabaya dan Kader dari Partai PDI Perjuangan Surabaya.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutawijono, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya dari DPC PDIP Surabaya tidak pernah terlibat dan tidak mengenal oknum ang mengaku sebagai kader tersebut.

“Saya tidak kenal nama itu. Teman-teman juga sedang menelusuri lebih lanjut,” kata Adi, rabu (5/2/2025).

Dengan tegas politisi Adi mengatakan, praktik penipuan kepada UMKM, partainya tidak terlibat dan menyayangkan adanya pihak yang mencatut nama PDIP.

“Kami sangat menyayangkan ada oknum yang mengaku dari PDI Perjuangan untuk mengelabui pelaku UMKM. Besok, kami akan menemui mereka agar mendapatkan klarifikasi yang jelas,” kata Adi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya sudah menelusuri data pelaku, dan ternyata tidak ada nama pelaku.

“Nama Bramasta Afrizal Riyadi tidak tercatat sebagai anggota, kader, maupun pengurus PDIP Surabaya,” tegasnya.

Achmad juga memastikan bahwa PDIP Surabaya akan mendukung para korban untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini dan akan memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar mereka bisa mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, pihak PDIP Surabaya juga berencana menemui para korban pada hari ini untuk mengawal kasus ini sampai selesai.

Baca Juga :  Pelaku Ranmor Babak Belur Dihajar Massa di Babat Jerawat

“Besok saya akan menemui mereka untuk memberikan dukungan moril dan membantu mengawal keluhan mereka,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu korban penipuan UMKM Heni Purwaningsih, menceritakan bagaimana dirinya terjerat dalam modus penipuan tersebut. Ia menyebut, pelaku berasal dari partai PDIP.

“Sore-sore Pak RW mendatangi kami, lalu malamnya ada sosialisasi soal pinjaman UMKM tanpa bunga. Katanya dari anggota DPRD dan partai PDIP. Saya datang ke acara itu, dikasih nasi kotak, dikasih HP untuk cek BI checking,” ungkapnya.

Kasus ini bermula dari sosialisasi program pinjaman dana UMKM yang diadakan pada 31 Oktober 2024 di kantor Kelurahan Sememi.

Acara tersebut dipimpin oleh seorang pria bernama Bramasta Afrizal Riyadi, yang mengaku sebagai tangan kanan Wali Kota Surabaya. Ia tidak sendiri, melainkan dibantu oleh dua orang lainnya, yaitu Joko, seorang pengusaha, dan Rengga Pramadika Akbar, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang juga putra Kepala Kelurahan Sememi.

Ketiga pelaku meyakinkan peserta sosialisasi bahwa program ini adalah inisiatif resmi dari Wali Kota Surabaya untuk membantu UMKM mendapatkan modal usaha.

“Awalnya kami percaya karena sosialisasi dilakukan di kantor kelurahan dan yang menjelaskan mengaku sebagai PNS Pemkot,” ujar korban lainnya, Ardi Sumarta.

Namun, bukannya mendapat pinjaman, para korban justru diarahkan untuk mengunduh aplikasi Kredivo dan ShopeePay di ponsel mereka. Pelaku bahkan mengambil alih ponsel korban untuk mengisi PIN dan menyelesaikan pendaftaran.

Pelaku mengklaim bahwa Pemkot Surabaya bekerja sama dengan aplikasi pinjaman online tersebut sebagai bagian dari verifikasi pengajuan dana UMKM.

Namun, beberapa minggu setelahnya, para korban mulai menerima tagihan dari aplikasi tersebut. Mereka baru menyadari bahwa limit pinjaman mereka telah digunakan oleh para pelaku, sementara dana yang dijanjikan tidak pernah diberikan.

Baca Juga :  Bapenda Jatim Gelar Vaksinasi Kepada Ratusan Warga Kampung 1001 Malam Surabaya

Akibatnya, nama baik para korban tercoreng dalam sistem perbankan, dan mereka terpaksa membayar cicilan dari uang yang tidak pernah mereka terima.

Ketiga pelaku kini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan STTLPM/22/I/2025/SPKKT/POLRESTABES SURABAYA atas dugaan penipuan dan penggelapan.

(Sigit Santoso)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Pojok WA