Hadiri Milad ke-114 Muhammadiyah di Surabaya, Muhadjir Effendy Puji Kemajuan Amal Usaha PRM Keputih

Milad ke-114 Muhammadiyah di Surabaya

SURABAYA, POJOKREDAKSI.COM – Perkembangan amal usaha Muhammadiyah di tingkat ranting mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-114 yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 5 SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 2, Keputih, tersebut mengusung tema “Bersama Satukan Bangsa”. Acara ini tidak hanya menjadi momentum menyambut Milad Muhammadiyah, tetapi juga menandai perkembangan sejumlah amal usaha persyarikatan di lingkungan PRM Keputih.

Rangkaian kegiatan diisi dengan peresmian Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman, Rumah Usaha Persyarikatan, serta peletakan batu pertama pembangunan Gedung 2 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah KH AR Fachruddin.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Batik Persyarikatan Khas Muhammadiyah Keputih yang dirancang sebagai identitas khusus warga Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Tabligh akbar yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB itu menghadirkan Muhadjir Effendy sebagai pemateri utama. Kehadiran tokoh Muhammadiyah yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di lingkungan PRM Keputih.

Kegiatan sosial turut mewarnai acara tersebut melalui penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar UMKM murah bagi masyarakat.

PRM Keputih Siapkan Sejumlah Kegiatan Menyambut Milad Muhammadiyah

Ketua PRM Keputih, Ahmad Naim, menjelaskan bahwa Tabligh Akbar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Milad Muhammadiyah ke-114 yang puncak peringatannya dijadwalkan pada 18 November 2026.

Menurutnya, kegiatan tabligh akbar menjadi pembuka dari sejumlah agenda yang telah disiapkan oleh Muhammadiyah di tingkat ranting.

Baca Juga :  Pemkot Akan Berikan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Ketua RT/RW Serta LPMK

“Insya Allah, pelaksanaan milad itu sendiri pada tanggal 18 November. Tentunya kita mengawali kegiatan tabligh akbar ini yang nantinya akan disusul dengan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti kompetisi atau lomba-lomba yang juga akan mengikuti kegiatan di cabang dan daerah,” ujarnya.

Ahmad Naim menjelaskan, momentum milad tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan memperlihatkan perkembangan organisasi melalui penguatan berbagai amal usaha yang dikelola persyarikatan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peresmian dan penandatanganan sejumlah fasilitas serta unit usaha milik PRM Keputih oleh Muhadjir Effendy.

Amal usaha yang diresmikan meliputi Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Fasilitas ini menjadi bagian dari pengembangan sarana pendidikan dan kegiatan Muhammadiyah di kawasan Keputih.

Selanjutnya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman juga diresmikan. Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah, tempat tersebut dimanfaatkan sebagai kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukolilo.

Pengembangan fasilitas sosial juga menjadi perhatian melalui keberadaan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah KH AR Fachruddin. Dalam kesempatan tersebut dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung tahap kedua untuk mendukung pengembangan pelayanan panti asuhan dan kesejahteraan anak.

Tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, PRM Keputih juga memperkuat sektor ekonomi melalui peresmian Rumah Usaha Muhammadiyah Ranting Keputih.

Rumah usaha tersebut diproyeksikan menjadi pusat koordinasi sekaligus wadah pengelolaan berbagai kegiatan usaha yang berada di lingkungan persyarikatan, mulai dari Aisyiyah, pemuda Muhammadiyah, hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).

Penguatan identitas organisasi juga dilakukan melalui peluncuran Batik Persyarikatan Khas Keputih. Batik tersebut merupakan busana eksklusif yang dirancang khusus sebagai identitas resmi warga Muhammadiyah Keputih dan tidak dimiliki oleh warga Muhammadiyah di wilayah lainnya.

Bagi Ahmad Naim, berbagai pengembangan tersebut menjadi bukti bahwa gerakan Muhammadiyah di tingkat ranting dapat terus tumbuh melalui kerja bersama dan pengelolaan organisasi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Modus Penipuan Loker Pemkot Surabaya Terulang, 2 Oknum Dipecat

Ia berharap, bertambahnya usia Muhammadiyah harus diikuti dengan peningkatan kualitas organisasi, prestasi, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Khususnya bagi warga Ranting Muhammadiyah Keputih, saya berharap amal usaha persyarikatan dapat terus berkembang dan bertambah lebih banyak lagi demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Muhadjir Soroti Transformasi Ekonomi dan Kedaulatan Rakyat

Dalam tausiyah kebangsaannya, Muhadjir Effendy menyampaikan pandangan mengenai kondisi Indonesia yang saat ini sedang berada dalam masa transisi. Ia menyoroti upaya Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi ekonomi agar pengelolaan perekonomian nasional kembali sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut Muhadjir, arah transformasi tersebut penting untuk memastikan perekonomian Indonesia tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945.

“Presiden kita itu sedang berupaya untuk melakukan transformasi bangunan bangsa ini, terutama dari sisi ekonomi itu ingin betul-betul mengembalikan Indonesia di dalam ril Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, di mana ekonomi itu harus dikelola sebagai usaha bersama dan berasaskan kekeluargaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perekonomian nasional harus dikelola untuk kepentingan dan kedaulatan rakyat. Menurutnya, penguasaan ekonomi oleh segelintir pihak tidak sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan yang menjadi amanat konstitusi.

Muhadjir juga menilai bahwa upaya melakukan perubahan terhadap tata kelola ekonomi nasional membutuhkan dukungan masyarakat. Meski tidak mudah dan akan menghadapi berbagai tantangan, transformasi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam konstitusi.

Selain persoalan ekonomi, Muhadjir turut menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam persoalan tersebut, ia menyatakan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas pemerintah melalui aparat keamanan, khususnya kepolisian, dalam menindak para pelaku.

“Muhammadiyah mendukung penuh langkah-langkah pemerintah melalui aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menindak tegas para pelaku. Dan harus menggunakan prinsip zero tolerance,” tegasnya.

Baca Juga :  58 ASN Pemkot Surabaya Kena Sanksi, PPPK Dominasi Pelanggaran Disiplin

Pernyataan tersebut menegaskan dukungan Muhammadiyah terhadap upaya penegakan hukum yang tegas dalam menangani persoalan karhutla.

Muhadjir Apresiasi Ketahanan Kader Muhammadiyah Keputih

Milad ke-114 Muhammadiyah di Surabaya

Pada kesempatan yang sama, Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada PCM Sukolilo dan PRM Keputih atas perkembangan amal usaha yang dinilainya telah menunjukkan kapasitas setara dengan pengelolaan organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah.

Ia bahkan menilai perkembangan tersebut layak menjadikan kawasan Keputih sebagai salah satu daerah Muhammadiyah istimewa karena kemampuan rantingnya dalam membangun dan mengembangkan berbagai amal usaha.

Muhadjir secara khusus menyoroti pembangunan gedung hingga lantai lima yang diresmikan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, proses pembangunan yang diinisiasi selama kurang lebih 10 tahun menjadi gambaran tentang ketahanan, kesabaran, dan konsistensi kader Muhammadiyah dalam mengembangkan organisasi.

Ia mengibaratkan perjalanan Muhammadiyah seperti seorang pelari maraton, bukan pelari cepat atau sprinter yang hanya mengejar kecepatan dalam waktu singkat.

Menurutnya, kemampuan Muhammadiyah bertahan hingga lebih dari satu abad tidak terlepas dari kombinasi kerja keras, kesabaran, dan ketekunan seluruh kader dalam menjalankan perjuangan persyarikatan.

“Kalau pelari bukan pelari sprinter, bukan pelari yang mengejar kecepatan, tetapi mengejar daya tahan, maraton. Sehingga Muhammadiyah bisa bertahan sampai 100 tahun lebih ini ya berkat karena kita disamping bekerja keras juga diiringi dengan kesabaran,” pungkasnya.

Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di Keputih tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi melalui pengembangan pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui berbagai amal usaha yang terus dikembangkan, PRM Keputih berharap keberadaan Muhammadiyah semakin memberikan manfaat bagi umat sekaligus berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan kehidupan berbangsa.

(Sigit Santoso)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Pojok WA