
Brebes, POJOKREDAKSI.COM – Sejak tahun 2023, Sri Marlina harus berjuang melawan penyakit diabetes yang dideritanya. Kondisi kesehatannya kian memburuk setelah kaki Marlina dipenuhi luka serius yang membuatnya harus menjalani pengobatan intensif secara rutin.
Meski tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan, Marlina mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Perempuan berstatus janda dengan satu orang anak ini kini tidak memiliki penghasilan tetap dan hanya bertahan hidup dari belas kasih saudara serta bantuan tetangga sekitar.
“Untuk berobat memang terbantu BPJS, tapi untuk makan dan kebutuhan sehari-hari sangat sulit,” ujarnya lirih.
Marlina menyadari, dengan kondisinya saat ini, ia tidak mungkin terus bergantung pada orang-orang terdekat. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk membantu meringankan beban hidupnya, terutama di masa pemulihan yang panjang dan penuh keterbatasan.
Ia mengaku menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sebesar Rp300 ribu per bulan. Namun menurutnya, jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya pendukung pengobatan selama masa penyembuhan.
“Bantuan itu sangat berarti, tapi untuk kondisi saya sekarang masih kurang,” katanya.
Sementara itu, Sulastri (60), ibunda Marlina yang juga berstatus janda, hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya. Di usia senja, ia tidak memiliki banyak kemampuan untuk membantu, selain memberikan dukungan moral dan doa.
Kisah Marlina menjadi potret nyata warga rentan yang masih membutuhkan uluran tangan dan perhatian lebih dari negara, khususnya bagi penderita penyakit kronis yang kehilangan kemampuan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
(Suratno)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G