Ad Widget

Vaksin Covid-19 AstraZeneca Semakin Banyak Ditunda Penggunaannya Oleh Beberapa Negara Maju

Ad Widget

Jakarta, POJOKREDAKSI.COM – Beberapa negara menunda untuk menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca salah satunya adalah Irlandia. Hal itu dikarenakan adanya laporan penyumbatan darah dari orang-orang yang telah menerima vaksin tersebut. Inilah yang menyebabkan daftar panjang negara yang menunda penggunaan vaksin tersebut di Eropa maupun luar Eropa.

Negara Norwegia menghentikan peluncuran vaksin AstraZeneca pada hari Kamis, menyusul langkah serupa oleh Denmark, Islandia kemudian mengikutinya. Selain itu di Asia ada Thailand yang juga menunda penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, sementara Negara Indonesia tetap melanjutkan.

Melansir The Guardian, Minggu (14/3/2021) Deputi Direktur Medis, Kementerian Kesehatan Irlandia, Dr Ronan Glynn mengatakan langkah ini hanya sementara. Belum ada bukti signifikan bahwa vaksin AstraZeneca menyebabkan penyumbatan darah.

Kasus penyumbatan darah pertama kali terjadi di Austria dan menyebabkan negara di Eropa terutama Denmark memutuskan untuk menghentikan sementara pemberian vaksin AstraZeneca. Irlandia mengutip laporan adanya kematian dan tiga kasus yang harus dilarikan ke rumah sakit di Norwegia.

“Mengikuti informasi terbaru yang diterima dari Badan Obat Norwegia pada Sabtu dan berdasarkan diskusi Health Products Regulatory Authority (HPRA), the National Immunisation Advisory Committee (NIAC) merekomendasikan untuk menunda penggunaan vaksin AstraZeneca pagi ini, 14 Maret,” kata Glynn.

Selanjutnya Glynn mengatakan bahwa adanya laporan dari badan obat Norwegia atas laporan mengenai 4 kasus pembekuan darah dari orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca.

“Rekomendasi ini menyusul laporan dari Badan Obat Norwegia, atas 4 laporan atas kasus pembekuan darah dari orang yang memperoleh vaksin AstraZeneca.” Penuturannya.

Jutaan orang telah divaksinasi menggunakan AstraZeneca dan tanpa efek yang siginifkan. Hal ini dikatakan oleh Otoritas Kesehatan dan Obat di Inggris mengatakan hal tersebut. Jumlah orang yang mengalami pembekuan darah dan kerusakan pembuluh darah otak pada orang yang di vaksin diperkirakan tidak besar dibanding jumlah populasi.

Badan Obat Norwegia telah melakukan investigasi atas kasus tersebut, dari 4 orang di bawah 50 tahun yang mendapatkan suntikan vaksin tersebut. Satu diantaranya meninggal dan lainnya dilarikan ke RS.

Proporsi vaksin AstraZeneca mencapai 20 persen dari 570 ribu dosis yang rencananya akan diberikan di Irlandia. Terutama untuk petugas kesehatan setelah penggunaan pada awalnya tidak direkomendasikan untuk mereka yang berusia di atas 70 tahun.

Sulaiman

POJOKREDAKSI.COM

Related Posts

Ad Widget

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *